Dosis Keempat Vaksin Pfizer Kurang Efektif Lawan Omicron

Selasa, 18 Januari 2022 11:05 Reporter : Pandasurya Wijaya
Dosis Keempat Vaksin Pfizer Kurang Efektif Lawan Omicron Vaksinasi siswa sekolah di Palestina. ©2021 AFP/Hazem Bader

Merdeka.com - Penelitian di Rumah Sakit Pusat Kedokteran Sheba Israel mengungkapkan suntikan dosis keempat vaksin Covid-19 Pfizer memang meningkatkan antibodi tubuh melebihi suntikan ketiga namun itu belum cukup untuk mencegah penularan varian Omicron.

Rumah sakit Israel itu sudah memberikan suntikan uji coba booster kedua kepada staf mereka dan mempelajari dampak dari suntikan vaksin Pfizer itu kepada 154 orang setelah dua pekan. Sementara 120 orang lainnya disuntik dengan vaksin Moderna dan efeknya sedang diamati setelah satu pekan, kata Direktur Uni Penyakit Menular Gili Regev-Yochay.

Uji coba ini dibandingkan dengan sekelompok orang yang tidak mendapat suntikan keempat. Mereka yang diberi vaksin Moderna sebelumnya sudah mendapat tiga suntikan vaksin Pfizer, kata pihak rumah sakit, seperti dilansir laman South China Morning Post, Selasa (18/1).

"Suntikan keempat memberikan antibodi yang sedikit lebih tinggi setelah suntikan ketiga. Tapi ini mungkin belum cukup untuk melawan Omicron," kata Regev-Yochay kepada wartawan.

"Sekarang kita tahu bahwa tingkat antibodi yang diperlukan supaya terlindungi dan tidak tertular Omicron mungkin terlalu tinggi tergetnya bagi vaksin, meski ini vaksin yang sudah bagus."

2 dari 2 halaman

Temuan ini adalah yang pertama di dunia dan masih bersifat awal sehingga belum dipublikasi.

Israel menjadi negara tercepat dalam memulai vaksinasi melawan Covid-19 tahun lalu dan mulai bulan lalu memulai suntikan vaksin keempat atau booster kedua bagi orang yang rentan dan kelompok berisiko tinggi.

Vaksin Covid-19 dibuat untuk menyasar sejumlah perubahan genetik pada mahkota protein virus corona yang berfungsi untuk menempel pada permukaan sel manusia.

Namun para ahli mengatakan varian Omicron memiliki banyak mahkota protein yang berbeda di banyak tempat sehingga mempersulit sistem imun untuk mengenalinya. [pan]

Baca juga:
Harta 10 Orang Super Kaya di Dunia Bertambah Rp215 Juta per Detik Selama Pandemi
Deltacron, Bisakah Terjadi di Dunia Nyata atau Jadi Ancaman Varian Berikutnya?
Thailand Laporkan Kematian Pertama karena Covid-19 Varian Omicron
Iran Laporkan Tiga Kematian Pertama karena Varian Omicron
Ilmuwan Peringatkan Bisa Muncul Varian Lebih Berbahaya dari Omicron
China Temukan Kasus Omicron pada Pasien yang Sudah Divaksin Booster

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini