Donald Trump Terpental dari Daftar Forbes 400 Orang Terkaya di Amerika

Rabu, 6 Oktober 2021 15:27 Reporter : Hari Ariyanti
Donald Trump Terpental dari Daftar Forbes 400 Orang Terkaya di Amerika Penampilan Donald Trump ke Publik Setelah Jadi Mantan Presiden AS. ©2021 AFP/Melissa Sue Gerrits

Merdeka.com - Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak lagi masuk dalam daftar Forbes 400 orang terkaya di Amerika. Ini pertama kalinya Trump terpental dari daftar Forbes 400 dalam kurun waktu lebih dari dua dekade.

Trump, dengan kekayaan bersih USD 2,5 miliar, gagal masuk daftar tersebut karena berkurangnya nilai kekayannya sekitar USD 400 juta. Menurut Forbes, kekayaan bersihnya sama dengan tahun lalu, tetapi terjadi penurunan signifikan pada masa awal jabatan kepresidenannya.

Pada 2016, kekayaan Trump senilai USD 3,7 miliar. Kemudian turun menjadi USD 3,1 miliar pada 2017 dan tetap dengan nilai tersebut pada 2018 dan 2019.

Siapa yang disalahkan atas terpentalnya Trump dari daftar ini? Forbes mengatakan Trump harus berkaca.

“Jika Trump mencari seseorang untuk disalahkan, dia bisa mulai dengan dirinya sendiri. Lima tahun lalu, dia punya kesempatan emas untuk mendiversifikasi kekayannya. Baru dari pemilihan 2016, pejabat etika federal mendorong Trump melepaskan aset real estatenya. Itu akan memungkinkan dia untuk menginvestasikan kembali hasilnya ke dalam dana indeks berbasis luas dan menjabat bebas dari konflik kepentingan. Trump memutuskan untuk mempertahankan asetnya,” tulis Dan Alexander dari Forbes, dilansir CNN, Rabu (6/10).

Terpental dari daftar Forbes akan berdampak buruk pada Trump, yang sangat peduli dengan peringkat dan penilaian semacam ini sebagai bukti kepada publik terkait berbagai keberhasilannya.

Kekayaan bersih Trump, seperti yang didokumentasikan Forbes, selalu jauh lebih sedikit daripada yang dia klaim secara publik - meskipun tidak ada yang membantah dia memang kaya.

Situasi keuangan Trump bisa menjadi faktor X saat dia memutuskan apakah akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024. Jika kondisi keuangannya berbahaya, mungkin Trump tidak akan maju. Atau mungkin dia akan tetap maju dengan harapan tetap relevan -- dan menarik bagi calon klien dan bisnis.

Bagaimanapun, kisah tentang betapa kayanya Trump -- dan berapa banyak utangnya (dan kepada siapa) -- tidak akan hilang dalam waktu dekat. [pan]

Baca juga:
Trump Minta Hakim AS Paksa Twitter Kembalikan Akunnya
Laporan: Jenderal AS Diam-Diam Telepon China karena Takut Trump Memulai Perang
Ini Penyebab AS Gagal Cegah Taliban Kembali Berkuasa di Afghanistan
Donald Trump Minta Joe Biden Mengundurkan Diri Setelah Taliban Duduki Kabul
Donald Trump Salahkan Joe Biden Atas Serangan Taliban Terbaru di Afghanistan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini