Donald Trump Terima Surat 'Indah' dari Kim Jong-un

Rabu, 12 Juni 2019 10:56 Reporter : Merdeka
Donald Trump Terima Surat 'Indah' dari Kim Jong-un Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un di Vietnam. ©REUTERS/Leah Millis

Merdeka.com - Pasca terbitnya laporan Wall Street Journal terkait kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Jong-nam merupakan informan CIA, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku mendapat surat dari Kim Jong-un. Trump memujinya sebagai surat yang indah.

"Saya pikir sesuatu akan terjadi, yang akan sangat positif," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dilansir dari Channel News Asia pada Rabu (12/6).

Namun Trump tidak memberikan rincian lebih jauh terkait apa isi surat tersebut.

"Saya memang menerima surat yang indah dari Kim Jong Un. Saya menghargai surat itu. Saya melihat informasi tentang CIA sehubungan dengan saudara lelakinya, atau saudara tirinya. Dan saya akan memberitahunya bahwa itu tidak akan terjadi di bawah pengawasan saya," jelasnya.

Trump, yang menggambarkan korespondensi sebelumnya dari Kim sebagai surat-surat yang indah. Dia juga memuji surat itu dengan menyebutnya "surat yang sangat hangat, sangat bagus." Trump mengulang pernyatannya bahwa dia percaya Korea Utara memiliki potensi luar biasa.

Washington DC saat ini tengah berusaha membangun kembali momentum dalam perundingan yang mandek dengan Pyongyang, yang bertujuan menghentikan program nuklir Korea Utara. Trump dan Kim terakhir bertemu pada awal tahun ini di Hanoi, tetapi gagal mencapai kesepakatan denuklirisasi. KTT itu adalah kedua kalinya, setelah pertemuan di Singapura pada 2018 lalu.

Pada Senin (10/6), Wall Street Journal melaporkan, Kim Jong-nam, yang terbunuh di Malaysia pada 2017, dicurigai sebagai informan bagi Badan Intelijen Amerika Serikat atau CIA. Surat kabar itu mengutip "narasumber anonim yang memahami masalah itu" menjelaskan banyak detail hubungan Kim Jong-nam dengan CIA. Namun, banyak di antara informasi itu masih bersifat samar, demikian seperti dikutip dari The Guardian.

Sumber itu mengatakan bahwa Kim Jong-nam kerap berkontak dengan dinas keamanan negara lain, khususnya China. Wall Street Journal melanjutkan, Kim Jong-nam telah melakukan perjalanan ke Malaysia pada Februari 2017 untuk bertemu dengan kontak CIA-nya, meskipun itu mungkin bukan satu-satunya tujuan dari perjalanan tersebut.

Tidak jelas apakah pertemuan antara Kim Jong-nam dengan kontak CIA-nya berhasil terlaksana. Namun satu hal yang pasti, kakak tiri Kim Jong-un itu tewas setelah diduga dua perempuan meracuninya dengan racun saraf VX di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Februari 2017.

Kedua wanita itu, yang sempat ditangkap dan disidangkan atas tuduhan pembunuhan, telah dibebaskan oleh peradilan Malaysia pada tahun ini. Keduanya diyakini dijebak oleh dalang sebenarnya untuk melakukan pembunuhan tersebut.

Reporter: Siti Khotimah
Sumber: Liputan6 [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini