Donald Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Akui Yahudi sebagai Etnis Minoritas

Kamis, 12 Desember 2019 16:00 Reporter : Hari Ariyanti
Donald Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Akui Yahudi sebagai Etnis Minoritas Presiden AS, Donald Trump memegang perintah eksekutif anti-Semitisme yang telah ditandatangani di Ge. ©2019/Tom Brenner/Reuters via Aljazeera

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif terkait perlindungan khusus bagi kelompok mahasiswa Yahudi dari diskriminasi. Regulasi ini akan secara efektif mengakui orang Yahudi sebagai etnis minoritas dan tidak secara eksklusif sebagai kelompok agama.

Perintah itu ditandatangani pada Rabu, bertepatan dengan perayaan Hanukkah di Gedung Putih, mendahului legislasi bipartisan di Kongres yang akan melakukan hal sama. Demikian dilansir dari laman Times of Israel, Kamis (12/12).

Perguruan tinggi yang gagal mengatasi anti-Semitisme di bawah perintah tersebut terancam kehilangan dana federal.

Baru-baru ini, muncul kekhawatiran di kalangan kelompok liberal bahwa dengan mengklasifikasikan Yahudi sebagai sebuah kelas dapat menghambat kritik terhadap Israel di kampus-kampus.

1 dari 1 halaman

Kelompok warga Palestina, aktivis kebebasan berbicara dan organisasi Yahudi liberal mengecam penandatangan perintah eksekutif tersebut. Penandatangan perintah tersebut dihadiri para pemimpin Yahudi. Menurut pemerintahan Trump, perintah tersebut untuk melawan bangkitnya gerakan anti-Semit di AS.

"Racun anti-Semitisme yang keji dan penuh kebencian harus dikecam dan dilawan di mana pun dan di mana pun itu muncul," kata Trump dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Aljazeera, Kamis (12/12).

Perintah itu mengarahkan badan-badan federal untuk mempertimbangkan definisi anti-Semitisme oleh Aliansi Peringatan Holocaust Internasional (IHRA) ketika mengevaluasi pengaduan diskriminasi berdasarkan Bab VI Undang-Undang Hak Sipil 1964, yang melarang diskriminasi "atas dasar ras, warna kulit atau asal kebangsaan" tapi bukan agama.

Definisi IHRA dikritik beberapa kelompok HAM karena terlalu luas, yang mendefinisikan anti-Semitisme sebagai "pandangan tertentu tentang orang Yahudi, yang dapat dinyatakan sebagai kebencian terhadap orang Yahudi."

Perintah presiden itu dilaporkan bermaksud untuk menerapkan Undang-Undang Kesadaran Anti-Semitisme, sebuah RUU yang sudah lama mandek di Kongres.

Para kritikus berpendapat langkah Trump adalah ancaman terhadap kebebasan berbicara, hak yang dilindungi oleh konstitusi AS dan perintah ini juga dinilai akan membungkam kritik terhadap kebijakan Israel.

"Perintah eksekutif ini adalah jelas sebuah instrumen penindasan, menargetkan aktivisme untuk kebebasan, keadilan dan kesetaraan bagi orang-orang Palestina di kampus-kampus dan itu hanya disamarkan sebagai kebijakan anti-diskriminasi," kata Direktur Eksekutif Kampanye AS untuk Hak Palestina, Yousef Munayyer.

"Ini adalah eksploitasi tanpa rasa malu atas ketakutan orang-orang di sekitar kebangkitan nyata anti-Semitisme, Islamofobia dan bentuk-bentuk rasisme lain yang dipicu oleh presiden sendiri," kata Munayyer kepada Al Jazeera.

Liga Anti-Pencemaran Nama Baik (ADL) mengatakan pihaknya mencatat 201 insiden anti-Semit di perguruan tinggi dan universitas pada tahun 2018, sedikit turun dari 204 pada tahun sebelumnya.

Sebuah laporan oleh Universitas Tel Aviv yang dirilis pada bulan Mei menemukan bahwa serangan yang menargetkan orang-orang Yahudi di seluruh dunia meningkat sebesar 13 persen pada tahun 2018, menjadi hampir 400 kasus. Sekitar satu dari empat serangan terjadi di AS. [pan]

Baca juga:
Ratusan Makam Yahudi di Prancis Dicoreti Simbol Nazi
Cerita Perempuan Muslim Bela Keluarga Yahudi yang Dihina di Kereta London
Protes Permukiman Yahudi, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel
Melihat Ritual Pindahkan Dosa ke Ayam
Festival Sukkot, Umat Yahudi Berburu Ranting untuk Bikin Gubuk
Usai Salat Idul Adha, Gas Air Mata Israel Bubarkan Kerumunan Warga Palestina

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini