Donald Trump Segera Rilis Rencana Kesepakatan Damai Israel-Palestina

Jumat, 24 Januari 2020 13:36 Reporter : Hari Ariyanti
Donald Trump Segera Rilis Rencana Kesepakatan Damai Israel-Palestina Donald Trump. ©2019 AFP Photo

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis menyampaikan dia segera merilis rencana kesepakatan damai di Timur Tengah yang telah lama mandek, sebelum Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengunjungi Washington, DC pekan depan.

Kepada wartawan dalam pesawat kepresidenan Air Force One dalam penerbangan ke Miami untuk agenda politik, Trump mengatakan Palestina pada awalnya kemungkinan akan bereaksi negatif atas rencananya ini, namun dia mengklaim kesepakatan ini akan menguntungkan mereka.

"Ini rencana yang besar," ujarnya, dikutip dari Aljazeera, Jumat (24/1).

Trump dijadwalkan bertemu Netanyahu pada Selasa depan di Gedung Putih.

"Itu adalah rencana kesepakatan damai yang benar-benar akan berhasil," imbuhnya.

Trump juga berencana bertemu saingan Netanyahu dalam Pilpres, Benny Gantz.

Trump mengatakan pemerintahannya telah berunding secara singkat dengan Palestina, yang menolak rencana kesepakatan damai ini sebelum diluncurkan.

"Kami berbicara dengan mereka sebentar. Tapi kami akan berbicara dengan mereka dalam waktu tertentu," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Juru Bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh sebelumnya pada Kamis menyampaikan Palestina memperingatkan Israel dan pemerintahan AS tak melanggar garis merah.

Trump sebelumnya tampaknya menepis desas-desus bahwa rencana itu akan dirilis pekan depan, dia berkicau di Twitter bahwa "detail dan waktu dari rencana perdamaian kita yang dipegang erat adalah murni spekulatif".

Tapi di atas Air Force One, dia mengkonfirmasi bahwa rencana itu akan dirilis sebelum kunjungan Netanyahu.

Peluncuran rencana Trump untuk mengakhiri konflik selama puluhan tahun antara Israel dan Palestina telah ditunda beberapa kali sejak pertama kali diperdebatkan lebih dari dua tahun lalu. Prospek untuk terobosan tampak samar dan rincian terkait rencana tersebut masih disembunyikan.

Palestina menilai rencana perjanjian damai Trump ini pro-Israel. Pemerintahan Trump tak mendukung "solusi dua negara" - formula internasional yang sejak lama diusulkan untuk perdamaian Palestina-Israel.

Pemerintahan Trump juga mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaannya ke sana. Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan pada November bahwa AS tidak lagi memandang permukiman Israel di tanah Tepi Barat sebagai "tidak konsisten dengan hukum internasional", membalikkan kebijakan selama beberapa dekade yang sejalan dengan sebagian besar komunitas internasional, yang menilai Israel membangun permukiman ilegal. [pan]

Baca juga:
Fotografer Asal Gaza Buta Setelah Diserang Tentara Israel Saat Liputan Demo
Aksi Perempuan Palestina Lawan Polisi Israel Tolak Pembongkaran Rumah
Menlu Tegaskan Bantuan Indonesia Untuk Palestina Tak Pernah Surut
Israel Larang Ratusan Warga Nasrani Palestina Ziarah ke Betlehem Rayakan Natal
Tentara Israel Akui Kesalahan Atas Serangan di Gaza Tewaskan 34 Orang
Kemarahan Israel Terhadap Rencana Penyelidikan Kejahatan Perang di Palestina

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini