Donald Trump menuding Hillary adalah pendiri sesungguhnya ISIS

Kamis, 4 Agustus 2016 12:33 Reporter : Muhammad Radityo
Donald Trump menuding Hillary adalah pendiri sesungguhnya ISIS Donald Trump vs Hillary Clinton. ©Jerusalem Post

Merdeka.com - Aksi saling hujat antara dua calon presiden Amerika semakin panas. Kini giliran Donald Trump, capres Partai Republik, menuding rivalnya Hillary Clinton sebagai dalang dibentuknya Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).

Seperti dikutip dari the Independent, Kamis (3/8), Trump mengumumkan tuduhan seruis tersebut sat berkampanye di Pantai Daytona, Florida. Ucapan menyerang Hillary ini diduga agar Trump bisa menjauh dari pertikaian dengan ayah dari tentara muslim Amerika Serikat yang berbicara konvensi nasional Partai Demokrat.

"Hillary Clinton seharusnya mendapat penghargaan dari ISIS sebagai pendiri mereka," kata Trump. Sebelumnya, sang miliarder bisnis kasino dan properti ini menyebut Hillary sebagai 'setan' musuh demokrasi. Trump tidak mengelaborasi tudingannya dengan bukti-bukti sahih.

Selain Hillary, Trump juga tak lupa mengkritik presiden Amerika Serikat Barack Obama. Trump menyebut Obama melakukan berulang kali kekeliruan dalam kebijakan luar negeri karena dulu pernah mengangkat Hillary sebagai menlu. Contoh kasus yang dipakai Trump adalah kekacauan di Libya setahun terakhir.

"Kita memiliki presiden yang sebenarnya tidak kompeten. " ujarnya.

"Kita dipermalukan oleh Presiden Obama dan kebijakannya. Lihat Libya, lihat kekacauannya dan itu adalah saat dia (Hillary) memberi tahu Obama apa yang harus dilakukan," imbuh Trump.

Melihat fenomena Trump, jajaran Partai Republik telah berulang kali mendesak agar sang capres mengubah gayanya. Pidato Trump yang menyerang keluarga tentara muslim malah menuai kecaman. Beberapa petinggi Partai Republik sudah mengumumkan lebih mendukung Hillary bila Trump tidak mengubah karakter.

Rekan Trump, Newt Gingrich mengatakan Trump harus berubah kalau mau menang dalam Pemilu November mendatang. "Situasi persaingan saat ini sangat tidak bisa diterima. Keduanya sama-sama menunjukkan kualitas yang pantas (menjadi presiden AS)," katanya melalui telepon kepada The Washington Post. [ard]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini