Donald Trump mengaku punya bukti perceraian Obama dan Michelle

Kamis, 25 Oktober 2012 08:00 Reporter : Vincent Asido Panggabean
obama mesra peluk istrinya. REUTERS

Merdeka.com - Miliuner properti asal Amerika Serikat Donald Trump mengklaim memiliki surat cerai Presiden Amerika Barack Hussein Obama dengan istrinya Michelle Obama. Namun, pernyataan ini baru disampaikan pakar keuangan dekat dengan Trump.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (24/10), Trump dua hari lalu menyampaikan memiliki kejutan tentang Obama dan akan disampaikannya ke publik hari ini. Dia menegaskan kejutan itu akan sangat-sangat besar hingga bisa mempengaruhi
pemilihan presiden Amerika 6 November mendatang.

Trump tidak menjelaskan secara rinci perihal pernyataannya itu. Namun, salah seorang pengusaha asal Florida, Douglas Kass, bersama dengan Trump sebagai komentator program acara bisnis Squawbox di stasiun televisi CNBC mengklaim mempunyai informasi lebih detail.

"Saya mendengar Donald Trump akan mengumumkan telah menemukan surat cerai sang presiden dengan istrinya," tweet Kass, kepada 48 ribu pengikutnya.

Ketika dimintai keterangan terkait hal itu juru bicara Donald Trump, Holly Lorenzo, mengatakan pihaknya hanya mengetahui Trump akan mengumumkan pernyataannya itu melalui akun Twitter dan Facebook miliknya. "Saya tidak tahu jam berapa pengumuman itu," ucapnya.

Pernyataan mengenai surat perceraian Obama sebetulnya pernah dimuat dalam sebuah buku karya Ed Klein diterbitkan awal tahun ini. Pihak Gedung Putih mengatakan pernyataan dibuat Klein tidak benar dan mengada-ada.

Trump termasuk vokal menyuarakan teori konspirasi tentang kelahiran Presiden Obama. Menurutnya Obama tidak lahir di Amerika Serikat melainkan di Kenya dan tidak boleh menjadi presiden Amerika. Dia yakin sertifikat Obama yang menyebutkan kelahiran Hawaii adalah palsu.

Untuk menanggapi isu itu Obama akhirnya merilis sertifikat kelahirannya setelah menolak melakukan itu bertahun-tahun. "Mestinya saya tidak menanggapi hal-hal semacam ini. Saya punya banyak pekerjaan lain," kata Obama ketika itu. April tahun lalu pembawa acara program The Apprentice itu mengklaim telah membayar sebuah tim untuk berangkat ke Hawaii guna menyelidiki isu itu.

Miliuner berusia 66 tahun itu selama ini dikenal sebagai salah satu mengkritik keras Presiden Obama. Dia berulang kali pernah mengatakan Obama adalah presiden terburuk. Dia juga pernah mengancam akan menjadi kandidat presiden penantang Obama. Pria kelahiran Kota New York itu mengaku telah mengelilingi Negara Bagian New Hampshire untuk berkampanye menjadi calon presiden. Namun kemudian Trump menjadi pendukung kandidat presiden dari Partai Republik Mitt Romney. Februari lalu dia mengadakan jumpa pers untuk mendukung Romney. [fas]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.