Donald Trump Ingin Warga AS Kembali Bekerja Pada Saat Paskah

Rabu, 25 Maret 2020 17:36 Reporter : Hari Ariyanti
Donald Trump Ingin Warga AS Kembali Bekerja Pada Saat Paskah Senyuman Donald Trump Usai Batal Dimakzulkan. ©2020 REUTERS/Joshua Roberts

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa menyampaikan rencananya untuk membuka kembali negaranya pada saat Paskah. Dia ingin warga kembali bekerja dan beraktivitas.

Trump juga mempertimbangkan mengkaji kembali kebijakan social distancing secara nasional sehingga para pekerja bisa kembali bekerja. Padahal sejumlah pejabat kesehatan masyarakat AS menyerukan aturan yang lebih ketat, bukan melonggarkan pembatasan interaksi publik.

"Saya ingin negara ini dibuka dan mulai bersiap-siap pada hari Paskah," jelasnya, dikutip dari TIME, Rabu (25/3).

Telah sepekan lebih AS menerapkan pembatasan interaksi sosial yang ditetapkan selama 15 hari.

"Saya menetapkan dua pekan," kata Trump.

Dia beralasan, puluhan ribu orang Amerika meninggal karena flu musiman atau dalam kecelakaan mobil tapi menurutnya negara tak pernah ditutup.

"Kami akan menilai pada saat itu dan kami akan memperpanjang jika diperlukan, tetapi kita perlu membuka negara ini," jelasnya.

"Kita harus kembali bekerja, lebih cepat dari yang diperkirakan orang."

Sebelumnya pada Selasa di Twitter, Trump juga berkicau terkait hal ini.

"Rakyat kita ingin kembali bekerja. Mereka akan tetap menerapkan Social Distancing (jarak sosial) dan lainnya, dan lansia akan dipantau lebih protektif dan penuh kasih sayang. Kita bisa melakukan dua hal ini bersamaan."

1 dari 1 halaman

Wakil Presiden Mike Pence mengatakan Trump telah meminta rekomendasi dari gugus tugas virus corona Gedung Putih terkait rencananya ini dan bagaimana meminimalisir risiko kesehatan masyarakat.

Rencana Trump ini muncul saat ia memperhitungkan dampak politik yang ditimbulkan oleh wabah. Rencananya ini menimbulkan potensi konflik dengan para ahli medis, termasuk pejabat di dalam pemerintahannya, yang menyerukan lebih banyak pembatasan sosial untuk memperlambat penyebaran virus.

Anthony Fauci, pakar terkemuka negara tentang penyakit menular dan anggota gugus tugas virus corona Gedung Putih, mengatakan kepada WMAL pada Selasa bahwa Trump selalu memperhatikan rekomendasinya.

"Presiden telah mendengarkan apa yang saya sampaikan dan apa yang disampaikan yang lainnya di satuan tugas, ketika saya membuat rekomendasi dia telah menyetujuinya. Dia tidak pernah membantah atau menolak saya, pendapat yang mengadu domba satu sama lain tidak membantu," jelasnya.

Larry Kudlow, penasihat ekonomi utama Trump, mengatakan kepada wartawan pada Selasa bahwa kesehatan masyarakat termasuk kesehatan ekonomi.

"Itulah poin kuncinya," ujarnya. [pan]

Baca juga:
Donald Trump Minta Bantuan Peralatan Medis Dari Korea Selatan Untuk Tangani Covid-19
Luhut Sebut Amerika Minta Bantuan Indonesia Produksi Klorokuin Atasi Covid-19
Gedung Putih: Vaksin Virus Corona Diperkirakan Tersedia Pada 2021-2022
Aksi Militer di Sejumlah Negara Ikut Perangi Corona
Trump Tanggapi Pandemi Corona: Kita dalam Situasi Perang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini