KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Donald Trump ancam punya kejutan besar buat Obama

Selasa, 23 Oktober 2012 14:08 Reporter : Pandasurya Wijaya
Donald Trump. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Miliuner properti asal Amerika Serikat Donald Trump mengatakan punya kejutan tentang Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama yang akan disampaikannya ke publik Rabu besok.

Surat kabar the Daily mail melaporkan, Selasa (23/10), Trump menegaskan kejutan itu akan sangat-sangat besar hingga bisa mempengaruhi pemilihan presiden Amerika 6 November mendatang. "Ini akan sangat besar. Saya tahu media akan melaporkan ini dengan cara yang bombastis," ujarnya.

Trump tidak menjelaskan kejutan apa yang akan disampaikannya itu. Dia juga tidak memberi petunjuk sedikit pun. Dia hanya mengatakan kejutan itu akan disampaikan melalui Twitter kira-kira Rabu besok.

Ini adalah kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir Trump menyatakan ingin menyampaikan kejutan yang bisa mempengaruhi pemilihan presiden Amerika.

Pengumuman ini berbarengan dengan munculnya situs misterius dengan nama "The October Surprise" yang menyebut akan menerbitkan sejumlah dokumen pada pukul 17.30 waktu setempat Senin.

Twitter dari situs itu mencantumkan kalimat : Salah satu calon presiden Anda tidak jujur. Tetap ikuti kami untuk tahu siapa presiden itu.

Miliuner berusia 66 tahun itu selama ini dikenal sebagai salah satu pengkritik keras Presiden Obama. Dia berulang kali pernah mengatakan Obama adalah presiden terburuk. Dia juga pernah mengancam akan menjadi kandidat presiden penantang Obama.

Pria kelahiran Kota New York itu mengaku telah mengelilingi Negara Bagian New Hampshire untuk berkampanye menjadi calon presiden.

Namun kemudian Trump menjadi pendukung kandidat presiden dari Partai Republik Mitt Romney. Februari lalu dia mengadakan jumpa pers untuk mendukung Romney.

Dia termasuk sangat vokal menyuarakan teori konspirasi tentang kelahiran Presiden Obama. Menurutnya Obama tidak lahir di Amerika Serikat dan tidak boleh menjadi presiden Amerika. Dia yakin sertifikat Obama yang menyebutkan kelahiran Hawaii adalah palsu. April tahun lalu Trump mengumumkan dia telah membayar sebuah tim untuk berangkat ke Hawaii guna menyelidiki isu itu.

Untuk menanggapi isu itu Obama akhirnya merilis sertifikat kelahirannya setelah menolak melakukan itu bertahun-tahun. "Mestinya saya tidak menanggapi hal-hal semacam ini. Saya punya banyak pekerjaan lain," kata Obama ketika itu. [ian]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.