Donald Trump Ancam Naikkan Tarif Jika Presiden China Tak Menemuinya di G20

Rabu, 12 Juni 2019 15:06 Reporter : Hari Ariyanti
Donald Trump Ancam Naikkan Tarif Jika Presiden China Tak Menemuinya di G20 Donald Trump bertemu Xi Jinping. ©REUTERS/Carlos Barria

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif ekspor barang China ke AS menjadi USD 300 miliar jika Presiden China, Xi Jinping tak menemuinya pada pertemuan G20 di Jepang.

Belum ada indikasi publik Xi Jinping akan menghindari Trump pada pertemuan puncak para pemimpin dunia di Osaka pada 28-29 Juni tersebut, di mana kedua pemimpin ini diperkirakan akan membahas perang dagang yang berkecamuk di antara kedua negara.

"Saya pikir dia akan datang dan saya berpikir kami dijadwalkan untuk bertemu. Menurut saya dia akan datang," kata Trump dalam sebuah wawancara melalui telepon dengan CNBC Senin, dilansir dari CNN, Rabu (12/6).

"Saya akan terkejut jika dia tak datang. Makanya menurut saya dia datang. Saya belum mendengar dia tak akan datang. Kami berharap bertemu dan jika tidak, tak apa dan jika bertemu itu juga bagus," lanjut Trump.

Tapi saat ditanya jika dirinya gagal bertemu Xi dalam agenda G20 apakah akan menyebabkan pihaknya akan mengenakan tarif USD 300 miliar barang ekspor China ke AS, Trump menjawab: "Ya, itu akan (dilakukan)."

Pada Selasa, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang menyampaikan, Beijing memberi perhatian terkait harapan atas pertemuan Trump dan Xi.

"Sikap kami dalam perang dagang tegas dan jelas: China tak ingin perang dagang tapi kami tak takut melawannya," jelasnya.

"Jika AS mau bernegosiasi dengan pijakan yang sama, pintu kami terbuka. Jika AS bersikeras untuk meningkatkan eskalasi friksi perdagangan, kami akan merespons dengan tegas dan meladeninya sampai akhir," lanjut Shuang.

Negosiasi antara China dan AS terkait perjanjian dagang terhenti sejak pembicaraan buntu pada awal Mei, kedua pihak saling menyalahkan satu sama lain. Tak lama setelah itu, pemerintahan Trump menaikkan tarif menjadi 25 persen atau USD 200 miliar untuk barang China. Beijing merespons dengan menaikkan tarif ekspor AS USD 60 miliar dan meningkatkan propaganda anti-Amerika. Pada 30 Mei, pemerintah China menuduh AS sebagai "terorisme ekonomi".

Ada harapan pertemuan Trump dan Xi dapat membantu menurunkan ketegangan perang dagang ini, sebagaimana pertemuan keduanya di sela agenda G20 di Argentina pada November lalu dan kedua pemimpin ini sepakat melakukan gencatan senjata perang dagang.

Selanjutnya pada Senin, setelah wawancara dengan CNBC, Trump menyampaikan kepada wartawan dirinya tak akan merasa terhina jika Xi Jinping menolak bertemu dirinya.

"Saya tak pernah terhina. Saya telah belajar agar tak dihina," ujarnya di Gedung Putih.

Trump mengklaim memiliki hubungan baik dengan Xi meskipun ada peningkatan ketegangan perdagangan antara kedua negara.

"Saya pikir dia akan berada di sana. Kami dijadwalkan untuk berbicara. Hal-hal menarik akan terjadi. Kita akan lihat apa yang terjadi," pungkasnya. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini