Donald Trump Akan Larang Aplikasi TikTok di Amerika

Minggu, 2 Agustus 2020 10:28 Reporter : Hari Ariyanti
Donald Trump Akan Larang Aplikasi TikTok di Amerika Ilustrasi TikTok. ©Reuters

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan akan melarang aplikasi berbagi video asal China, TikTok. Kepada reporter Trump menyampaikan, dia akan menandatangani perintah eksekutif secepatnya pada Sabtu terkait larangan tersebut.

Pejabat keamanan AS mengungkapkan kekhawatirannya, aplikasi buatan perusahaan China ByteDance itu bisa dimanfaatkan untuk mengumpulkan data pribadi warga Amerika.

TikTok membantah tuduhan perusahaan tersebut dikontrol atau berbagi data dengan pemerintah China. Pengguna TikTok di Amerika mencapai 80 juta dan jika dilarang di AS akan sangat berdampak bagi ByteDance.

"Sepanjang TikTok mengkhawatirkan, kami melarangnya dari AS," kata Trump kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan, Air Force One, dikutip dari BBC, Minggu (2/8).

Tidak jelas otoritas apa yang dilanggar oleh TikTok, serta belum jelas bagaimana larangan akan ditegakkan dan tantangan hukum apa yang akan dihadapinya.

1 dari 1 halaman

Microsoft dilaporkan telah melakukan pembicaraan untuk membeli aplikasi dari ByteDance, tetapi Trump tampaknya meragukan bahwa kesepakatan seperti itu akan diizinkan.

Seorang juru bicara TikTok menolak berkomentar terkait larangan Trump tersebut, tetapi mengatakan kepada media AS bahwa perusahaan itu "percaya diri dalam keberhasilan jangka panjang TikTok" di AS.

Langkah untuk melarang TikTok terjadi pada saat ketegangan yang meningkat antara pemerintah Trump dan pemerintah China atas sejumlah masalah, termasuk sengketa perdagangan dan penanganan Beijing terhadap wabah virus corona. [pan]

Baca juga:
Saat TikTok Menjadi Ancaman Dua Kubu Capres Amerika
Influencer Mesir Dihukum Dua Tahun Penjara Karena Unggah Video Menari di TikTok
Setelah TikTok, India Blokir Lagi 47 Aplikasi Asal China Termasuk BIGO Live
Lewat TikTok, Remaja 16 Tahun Ini Bisa Raup Rp1,4 Miliar per Posting
TikTok Berencana Jadikan Inggris Sebagai Kantor Pusat?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini