Dokter Li yang Dibungkam Saat Kabarkan Bahaya Virus Corona Meninggal Dunia

Jumat, 7 Februari 2020 09:10 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Dokter Li yang Dibungkam Saat Kabarkan Bahaya Virus Corona Meninggal Dunia Li Wenliang. ©CNN

Merdeka.com - Li Wenliang, dokter yang pertama kali memberikan peringatan tentang bahaya virus Corona meninggal dunia pada Jumat (7/2) pukul 02.58 waktu setempat. Li meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RS Kota Wuhan karena terinfeksi virus corona.

Mengutip The Global Times, Li diberi perawatan darurat dengan ECMO (oksigenasi membran ekstra-korporeal) setelah jantungnya berhenti berdetak sekitar pukul 21.30 Kamis malam.

Li termasuk di antara delapan warga Wuhan yang ditegur oleh polisi setempat pada awal Januari karena menyebarkan desas-desus tentang wabah virus corona baru.

Li memberikan pesan yang mengejutkan di grup alumni sekolah kedokterannya melalui aplikasi pesan singkat yang populer di China, WeChat. "Tujuh pasien dari pasar makanan laut lokal telah didiagnosis menderita penyakit mirip SARS dan dikarantina di rumah sakitnya," tulisnya.

Li menjelaskan, menurut sebuah tes yang telah dilihatnya, penyakit itu adalah virus corona, yang ternyata satu keluarga dengan virus sindrom pernafasan akut (SARS).

"Saya hanya ingin mengingatkan teman-teman sekelas universitas saya agar berhati-hati," kata Li.

1 dari 2 halaman

Dituduh Menyebarkan Isu

Segera setelah dia mengunggah pesan itu, Li dituduh menyebarkan isu oleh polisi Wuhan. Dia adalah salah satu dari beberapa petugas medis yang menjadi sasaran polisi karena berusaha untuk mengungkap virus mematikan ini di pekan-pekan awal sebelum terjadinya wabah. Hingga kini, virus corona telah merenggut setidaknya 425 nyawa dan membuat lebih dari 20.000 orang terinfeksi di seluruh dunia, termasuk Li.

Dari tempat perawatan intensif di rumah sakit, Li mengatakan kepada CNN bahwa dia dipastikan mengidap virus itu.

Diagnosisnya telah memicu kemarahan di seluruh China, di mana serangan balik terhadap upaya negara menutupi penyakit tersebut dan penundaan dalam memperingatkan lebih awal kepada publik mengenai virus mematikan itu.

Tanggal 3 Januari 2020, Li dipanggil ke kantor polisi setempat dan ditegur karena menyebarkan desas-desus yang sangat mengganggu ketertiban sosial atas pesan yang dia kirimkan dalam grup obrolan.

Li sempat mengklarifikasi pernyataannya dalam pesan berikutnya yang menyatakan bahwa virus itu sebenarnya adalah tipe virus corona yang berbeda. Sangat disayangkan, tangkapan layar dari pesan pertama Li sudah menyebar di dunia maya.

Li harus menandatangani pernyataan untuk mengakui kesalahan dan berjanji untuk tidak melakukan tindakan melanggar hukum lebih lanjut.

Dia takut akan ditahan. "Keluarga saya akan khawatir tentang saya, jika saya kehilangan kebebasan saya selama beberapa hari," katanya kepada CNN melalui pesan teks di WeChat. Li terdengar batuk terlalu banyak dan napasnya tidak teratur untuk berbicara melalui telepon.

Untungnya, Li diizinkan meninggalkan kantor polisi setelah satu jam berada di sana.

2 dari 2 halaman

Li Dinyatakan Positif Terinfeksi Corona

Pada 10 Januari, setelah tanpa sadar merawat pasien dengan virus corona di Wuhan, Li mulai batuk dan demam pada hari berikutnya.

Li kemudian dirawat di rumah sakit pada 12 Januari. Pada hari-hari berikutnya, kondisi Li semakin memburuk. Saking parahnya Li dirawat di unit perawatan intensif, dan diberi dukungan oksigen.

Pada 1 Februari, Li dinyatakan positif mengidap virus corona.

Li mengatakan bakal ikut berjuang membantu warga yang terinfeksi virus corona untuk sembuh. "ketika virus korona terus menyebar, saya tidak ingin pergi. Saya akan bekerja di garis depan ketika saya pulih," ujar Li. [ray]

Baca juga:
Jokowi Akui Kebijakan Cegah Virus Corona Bikin Ekspor dan Turis Menurun
Cerita Barisan Putus Asa Para Pencari Obat Corona
WN China Kru Kapal Kargo Jalani Tes Kesehatan Sebelum Berlabuh di Pangkep
Wabah Virus Corona Tak Turunkan Permintaan Gas dari China
Menko Luhut Sebut Hubungan Indonesia-China Masih Baik Meski Ada Pembatasan Impor

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini