Dokter di Sri Lanka Dihantui Kecemasan Karena Habisnya Stok Obat-Obatan

Senin, 23 Mei 2022 17:25 Reporter : Hari Ariyanti
Dokter di Sri Lanka Dihantui Kecemasan Karena Habisnya Stok Obat-Obatan Tumpukan kendaraan yang mengantre BBM di pom bensin di Colombo, Sri Lanka. ©Reuters

Merdeka.com - Krisis ekonomi yang melanda Sri Lanka tidak hanya menyebabkan kelangkaan pasokan bahan bakar minyak atau BBM, negara itu juga kini mengalami kelangkaan obat-obatan. Para dokter memperingatkan kelangkaan ini bisa menghilangkan nyawa masyarakat.

Rumah sakit di Sri Lanka terpaksa menangguhkan prosedur penyelamatan bagi pasien-pasiennya karena tidak tersedianya stok obat-obatan.

Sri Lanka mengimpor 80 persen lebih pasokan medisnya tapi krisis menyebabkan obat-obatan penting menghilang dan sistem kesehatan menuju kehancuran.

Di rumah sakit kanker Apeksha di pinggir ibu kota Colombo, para pasien dan keluarganya serta dokter semakin tak berdaya dengan kelangkaan obat ini. Rumah sakit dengan kapasitas 950 tempat tidur itu terpaksa menghentikan pemeriksaan dan penangguhan prosedur medis termasuk operasi penting.

"Sangat buruk bagi para pasien kanker," kata Dr Roshan Amaratunga, dilansir Reuters, Senin (23/5).

"Kadang-kadang, pada pagi hari kami berencana melakukan beberapa operasi (tapi) kami tidak bisa melakukannya pada hari itu karena tidak ada (pasokan obat)."

Amaratunga menambahkan, jika situasinya tidak segera membaik, beberapa pasien bisa mengalami kematian.

Para dokter mengatakan mereka lebih khawatir daripada pasien maupun keluarga mereka, karena para tenaga medis mengetahui situasi dan konsekuensinya.

Juru bicara Asosiasi Petugas Medis Pemerintah, Dr Vasan Ratnasingam mengatakan konsekuensi bagi masyarakat yang menunggu tersedianya obat-obatan jauh lebih besar.

"Jika pasien mengantre obat-obatan, mereka bisa kehilangan nyawa mereka," ujarnya.

Ibu seorang pasien leukimia Binuli Bimsara (4) mengatakan dia dan suaminya sangat takut.

"Awalnya kami masih ada harapan karena kami punya obat tapi sekarang kami dihantui ketakutan luar biasa," ujarnya.

"Kami sungguh tak berdaya, masa depan kami sangat suram saat kami dengar soal kelangkaan obat. Kami tak punya uang untuk membawa anak kami berobat ke luar negeri."

Seorang pejabat pemerintah yang bertugas melakukan pengadaan pasokan medis, Saman Rathnayake mengatakan kepada Reuters, sekitar 180 jenis obat habis, termasuk suntikan untuk pasien dialisis, obat untuk pasien transplantasi, dan obat kanker.

Dia menambahkan, India, Jepang, dan lembaga donor multileteral membantu menyediakan pasokan obat-obatan, tapi memakan waktu berbulan-bulan bantuan tersebut tiba di Sri Lanka. Saat ini Sri Lanka telah meminta sumbangan swasta, baik di dalam maupun luar negeri.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, GL Peris menyampaikan pada Minggu, pemerintah India mengirim 25 ton pasokan obat-obatan bersama bantuan lainnya.

"India tidak pernah membantu negara lain sejauh ini. Ini yang sangat kami syukuri," ujarnya di pelabuhan Colombo saat berdiri di samping kapal yang membawa ribuan karung bantuan.

"Ini mungkin masa paling sulit yang harus dihadapi Sri Lanka sejak kemerdekaan," pungkas Peiris. [pan]

Baca juga:
Protes Krisis Ekonomi, Ratusan Pengunjuk Rasa Geruduk Rumah Presiden Sri Lanka
Krisis Ekonomi, Bensin Habis di Sri Lanka
Vila Mantan PM Sri Lanka Hancur Diamuk Massa
Patroli Militer Sri Lanka yang Siap Tembak di Tempat Jika Ada Aksi Penjarahan
Sisa-Sisa Bentrokan Mematikan di Sri Lanka

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini