Diujicoba ke Monyet Terinfeksi Covid-19, Obat Remdesivir Cegah Kerusakan Paru-Paru

Rabu, 10 Juni 2020 17:05 Reporter : Iqbal Fadil
Diujicoba ke Monyet Terinfeksi Covid-19, Obat Remdesivir Cegah Kerusakan Paru-Paru Gilead Science Inc. ©Reuters

Merdeka.com - Obat antivirus Gilead Sciences Inc, remdesivir mencegah penyakit paru-paru pada monyet atau kera yang terinfeksi dengan coronavirus. Hasil penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Nature pada hari Selasa.

Temuan ini pertama kali dilaporkan pada bulan April oleh National Institutes of Health (NIH) AS sebagai "cetakan awal," sebelum validasi akademik tradisional yang disediakan oleh jurnal medis.

Dilansir Reuters, Rabu (10/6), Remdesivir adalah obat pertama yang terbukti efektif melawan Covid-19 dalam uji coba pada manusia. Studi klinis lain yang melibatkan obat ini diawasi dengan ketat ketika negara-negara mencari pengobatan untuk penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 7 juta orang dan membunuh lebih dari 400.000 orang di seluruh dunia.

Remdesivir disetujui bulan lalu di Jepang dengan merek Veklury. Telah diizinkan untuk penggunaan darurat pada pasien yang sakit parah di Amerika Serikat, India dan Korea Selatan. Beberapa negara Eropa juga menggunakannya di bawah program yang penuh pengawasan.

1 dari 1 halaman

Dalam penelitian yang diterbitkan pada hari Selasa, 12 monyet terinfeksi dengan virus corona, dan setengah dari mereka diberi pengobatan dini dengan remdesivir.

Kera yang menerima remdesivir tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit pernapasan dan telah mengurangi kerusakan pada paru-paru. Penulis penelitian ini juga mengatakan viral load, atau jumlah virus, di paru-paru hewan yang diobati dengan remdesivir lebih rendah.

Para penulis menyarankan bahwa remdesivir harus dipertimbangkan sebagai pengobatan sedini mungkin untuk mencegah pengembangan menjadi pneumonia pada pasien Covid-19.

Dalam uji coba klinis yang dijalankan Amerika yang dirilis pada akhir April, remdesivir mengurangi rawat inap hingga 31%, atau sekitar empat hari, dibandingkan dengan plasebo.

Gilead pekan lalu melaporkan data dari uji coba remdesivir sendiri, menunjukkan bahwa obat tersebut memberikan manfaat sederhana bagi pasien dengan Covid-19 sedang yang diberikan pengobatan selama lima hari. [bal]

Baca juga:
Setelah Studi Italia, Penelitian India Sebut Tidak Semua Strain Coronavirus Mematikan
Korsel Setujui Penggunaan Obat Remdesivir untuk Pasien Covid-19
Penyintas Covid-19 Boleh Donor Plasma Konvalesen Hingga Tiga Kali
Indonesia Tetap Beri Obat Anti-Malaria ke Pasien Covid-19 meski Dilarang di Eropa
CEK FAKTA: Disinformasi Kabar Obat Tocilizumab Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19
Bantah WHO, Dokter Paru Sebut Chloroquine Aman Buat Pasien Covid-19
WHO Desak Indonesia Setop Penggunaan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini