Dituduh matikan akun Twitter Donald Trump, ini pembelaan Bahtiyar Duysak

Kamis, 30 November 2017 11:24 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Dituduh matikan akun Twitter Donald Trump, ini pembelaan Bahtiyar Duysak Bahtiyar Duysak. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Akun Twitter Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat tidak aktif. Namun sebelas menit kemudian, akun Twitter tersebut kembali pulih. Twitter menuduh pelaku yaitu karyawannya yang bekerja pada hari terakhir di perusahaan tersebut.

Dilansir dari NBC News, Kamis (30/11), pria tersebut yang diidentifikasi oleh teknologi TechCrunch bernama Bahtiyar Duysak. Dia sedang bekerja pada hari terakhir di Twitter tanggal 2 November.

Namun NBC News belum memverifikasi identifikasi TechCruch terhadap Duysak yang terlibat dalam insiden tersebut. Seorang juru bicara Twitter mengatakan seorang pria bernama Bahtiyar Duysak pernah bekerja untuk perusahaan tersebut. Namun Twitter tidak mengomentari terkait mantan karyawannya dengan alasan melindungi keamanan internal.

Dalam video TechCruch, Duysak tidak percaya kalau dia adalah orang yang bertanggungjawab langsung atas matinya akun Twitter Presiden AS.

"Jika saya terlibat dalam hal ini, saya benar-benar minta maaf jika saya menyakiti seseorang. Saya tidak melakukan apapun dengan sengaja," kata Duysak.

Dalam wawancara dengan TechCrunch, Duysak mengaku diburu oleh media sejak dia meninggalkan Twitter. Dia hanya ingin melanjutkan kehidupannya yang biasa.

"Saya tidak ingin lari dari media. Saya ingin berbicara dengan tetangga dan teman saya. Saya harus menghapus ratusan teman, begitu banyak gambar, karena reporter menguntit saya," kata dia.

Penjelasan yang diberikan Twitter pada saat itu sangat sesuai dengan laporan yang diberikan dengan pria yang diidentifikasi sebagai Duysak. Pertama, Twitter mengatakan akun Trump secara tidak sengaja dinonaktifkan karena kesalahan manusia oleh karyawan Twitter.

Kemudian, perusahaan itu melanjutkan: "Melalui penyelidikan kami, kami telah mengetahui bahwa ini dilakukan oleh karyawan bantuan pelanggan yang melakukan ini pada hari terakhir karyawan. Kami melakukan peninjauan internal sepenuhnya".

"Kami telah mengambil sejumlah langkah untuk mencegah insiden seperti ini terjadi lagi," kata Juru bicara Twitter.

Lalu saat disinggung dengan pujian pahlawan untuk Duysak, dia hanya mengatakan, "Tidak ada satu kesalahan kecil dari satu manusia yang bisa menyebabkan akibat seperti itu. Saya pikir ini semua tentang sejumlah kejadian kebetulan," katanya. [dan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini