Diplomat AS Alami Gejala Penyakit Misterius Sindrom Havana di Kolombia

Rabu, 13 Oktober 2021 20:40 Reporter : Merdeka
Diplomat AS Alami Gejala Penyakit Misterius Sindrom Havana di Kolombia antony blinken. ©Alex Edelman/AFP

Merdeka.com - Belasan diplomat Amerika Serikat yang bekerja di Kedutaan Besar AS di Kolombia dan anggota keluarga mereka melaporkan gejala yang konsisten dengan "sindrom Havana" dalam beberapa pekan terakhir. Demikian menurut seorang pejabat AS dan sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Beberapa pejabat yang melaporkan gejala di Kolombia harus dievakuasi dari negara itu, termasuk keluarga dengan anak di bawah umur. Beberapa dari mereka yang terkena dampak sebelumnya melaporkan insiden penyakit misterius ketika mereka berada di negara lain, kata salah satu sumber.

Insiden tersebut, yang termasuk di antara ratusan kasus yang sedang diselidiki AS, terjadi saat Menteri Luar Negeri Tony Blinken berencana mengunjungi Bogota minggu depan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ned Price tidak akan mengomentari insiden yang dilaporkan di Kolombia atau tentang perjalanan Blinken yang akan datang dalam jumpa pers kemarin.

Price mengatakan setiap pejabat AS yang terkena dampak penyakit misterius itu akan "mendapatkan perawatan segera yang mereka butuhkan."

The Wall Street Journal pertama kali melaporkan insiden Sindrom Havana di Kolombia.

Dilansir dari laman CNN, Rabu (13/10), Kementerian Luar Negeri AS memperingatkan pejabat AS mengenai kasus ini ketika terjadi pada misi tempat mereka bertugas. Namun Kementerian Luar Negeri tidak secara terbuka merilis informasi dasar seperti jumlah orang yang terkena dampak dan lokasi insiden -- data yang digunakan Kementerian Luar Negeri untuk dirilis secara publik dalam jumpa pers tentang insiden di Kuba dan China.

Penyelidik AS selama ini berupaya untuk menentukan apa atau siapa yang menyebabkan gejala dan bagaimana tepatnya mereka melakukannya. Insiden sindrom Havana dimulai pada akhir 2016 di Kuba dan sejak itu ada kasus yang dilaporkan di Rusia, Cina, Austria, dan negara-negara lain di seluruh dunia. Pemerintahan Biden terus menyelidiki masalah ini.

Pekan lalu, Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang telah lama tertunda untuk memberikan dukungan bagi para korban dari gejala aneh yang telah membuat para diplomat, mata-mata, dan anggota militer sakit di seluruh dunia.

"Mengatasi insiden ini menjadi prioritas utama bagi pemerintahan saya," kata Biden.

Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma [pan]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Amerika Serikat
  3. Kolombia
  4. Kuba
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini