Dilanda Gelombang Keempat Covid-19, Jumlah Kematian di Jerman Lampaui 100.000

Kamis, 25 November 2021 16:19 Reporter : Hari Ariyanti
Dilanda Gelombang Keempat Covid-19, Jumlah Kematian di Jerman Lampaui 100.000 Pusat vaksinasi Covid-19 di Messe Berlin, Jerman.. ©Reuters

Merdeka.com - Lebih dari 100.000 orang meninggal karena Covid-19 di Jerman sejak awal pandemi, seperti diumumkan badan kesehatan masyarakat pada Kamis.

Negara perekonomian terbesar di Eropa itu sedang bertarung menghadapi lonjakan baru virus corona, dan mencatat 351 kematian dalam waktu 24 jam. Sehingga total angka kematian menjadi 110.119, menurut data Robert Koch Institute.

Karena infeksi mencapai rekor tertinggi dan kamar ICU penuh, krisis kesehatan ini menjadi tantangan baru bagi pemerintahan koalisi yang baru terbentuk yang akan menggantikan kabinet Kanselir Angela Merkel.

Dilansir Al Arabiya, Kamis (25/11), Kepala Asosiasi Antarbidang Perawatan Intensif dan Perawatan Darurat Jerman, Gernot Marx, beberapa rumah sakit penuh dan terpaksa memindahkan pasien Covid ke luar negeri.

Pekan lalu Jerman mengumumkan penerapan pembatasan yang lebih ketat untuk mengendalikan penyebaran Covid, termasuk mewajibkan warga membuktikan mereka telah divaksinasi, sembuh atau dites negatif virus corona sebelum mereka bisa bepergian menggunakan transportasi umum atau datang ke tempat kerja.

Kawasan yang paling terdampak parah bahkan menerapkan kebijakan yang jauh lebih ketat, termasuk memerintahkan lockdown.

Lonjakan kasus baru ini memicu perdebatan sengit di Jerman terkait apakah negara itu harus mengikuti Austria dan mewajibkan vaksinasi bagi seluruh warga.

Kanselir yang akan menggantikan Merkel, Olaf Scholz telah menyuarakan dukungannya untuk mewajibkan vaksin. Dia juga mengatakan pemerintahan barunya akan menggelontorkan 1 miliar Euro bonus untuk tenaga kesehatan yang bekerja di garda depan penanganan pandemi.

Gelombang keempat Covid di Jerman ini disebabkan angka vaksinasi yang relatif rendah yaitu sekitar 69 persen, dibandingkan negara Eropa lainnya seperti Prancis yang mencapai angka 75 persen. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini