KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Diduga bersekongkol dengan intelijen Rusia, AS larang produk Kaspersky

Kamis, 14 September 2017 15:14 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Logo Kaspersky Lab. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Amerika Serikat memutuskan melarang seluruh lembaga pemerintahan federal menggunakan perangkat lunak buatan Kaspersky Lab. Penyebabnya adalah mereka menuding perusahaan asal Rusia itu terlibat dalam operasi intelijen dengan meretas jaringan komputer di Negeri Abang Sam.

Dilansir dari laman Associated Press, Kamis (14/9), perintah pelarangan penggunaan produk Kaspersky Lab disampaikan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Elaine Duke. Kesimpulan keterlibatan Kaspersky muncul konon ketika sejumlah aparat hukum AS mengusut dugaan campur tangan intelijen Rusia dalam pemilihan presiden tahun lalu.

Duke memberi waktu 30 hari kepada seluruh lembaga pemerintahan di AS buat memeriksa apakah mereka menggunakan perangkat lunak buatan Kaspersky Lab. Jika ada, dia memberi waktu 90 hari buat menghapus perangkat itu dari seluruh sistem informasi.

"Kami khawatir ada hubungan antara petinggi Kaspersky dan intelijen Rusia serta lembaga pemerintahan lain," seperti tertulis dalam surat pemberitahuan ditulis Duke.

Duke menyatakan menduga kalau hukum di Rusia membolehkan telik sandi di Negeri Beruang Merah memaksa Kaspersky membantu atau mencegat pesan melalui jaringan setempat.

"Ancaman dari pemerintah Rusia, apakah mereka bertindak sendiri atau dibantu Kaspersky, bisa selalu bertambah lewat produk dari Kaspersky dengan tujuan menyerang sistem informasi berdampak terhadap keamanan nasional di AS," lanjut Duke.

Pemerintah AS juga memberi kesempatan kepada Kaspersky buat membuktikan tudingan itu. Namun, mereka menyatakan kecewa dengan keputusan AS.

"Belum ada bukti yang sah dipaparkan kepada publik oleh seseorang atau lembaga tertentu soal ini. Tudingan itu didasarkan pada asumsi yang meleset dan tuduhan tak berdasar, termasuk klaim soal aturan di Rusia dan kebijakan di dalam perusahaan kami," tulis Kaspersky dalam pernyataannya.

Kaspersky menyatakan mereka tidak pernah dibantu atau membantu pemerintah di manapun di dunia buat melakukan spionase siber atau meretas siapapun. Menurut mereka, informasi apapun yang mereka terima dari klien adalah rahasia dan dilindungi oleh hukum. Lagipula mereka juga menerapkan standar ketat dalam industri perangkat lunak, termasuk penggunaan enkripsi.

Meski demikian, secara bisnis keputusan Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS berdampak luas terhadap Kaspersky. Sejumlah penjual ritel elektronik, seperti Best Buy, langsung mendepak seluruh produk Kaspersky dari daftar penjualan. Sedangkan Amazon, Staples, serta Office Depot menjual produk sama belum diketahui sikapnya.

Kaspersky Lab didirikan oleh seorang insinyur matematika, Eugene Kaspersky. Konon, lantaran moncer, dia pernah menjalani pendidikan di sekolah khusus yang dibiayai KGB, lembaga intelijen masa Uni Soviet. Setelah lulus, Kaspersky lantas bekerja di Kementerian Pertahanan Rusia. Banyak pihak meragukan perusahaan Kaspersky bisa bebas dari campur tangan pemerintah Rusia. [ary]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.