Diduga Ada Varian Baru Virus Corona di Rusia, Bermutasi 18 Kali di Tubuh Satu Orang

Rabu, 13 Januari 2021 15:07 Reporter : Hari Ariyanti
Diduga Ada Varian Baru Virus Corona di Rusia, Bermutasi 18 Kali di Tubuh Satu Orang Corona. Unsplash ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang perempuan Rusia penderita kanker kelenjar getah bening parah, yang berjuang melawan Covid-15 selama lima bulan, ditemukan memiliki 18 kali mutasi berbeda virus corona di dalam tubuhnya. Dia pertama kali terinfeksi virus corona pada April 2020 dan terakhir dites positif pada September.

Hal ini terungkap pekan lalu, ketika ilmuwan Rusia menerbitkan penelitian mereka di Virological, sebuah forum diskusi analisis dan interpretasi evolusi molekular virus dan epidemiologi. Kontributor dari empat universitas dan satu rumah sakit menganalisis genetik perempuan tersebut dan menemukan dua "mutasi cerpelai" Denmark, termasuk satu mutasi virus yang baru-baru ini ditemukan di Inggris.

Dengan banyaknya perubahan, apa yang ditemukan itu bisa diklasifikasikan sebagai jenis atau varian tersendiri.

Menurut ahli imunologi, Nikolai Kryuchkov, yang berbicara kepada koran MK, Covid-19 berubah dengan cepat di dalam tubuh seseorang dengan melemahnya sistem kekebalan. Pasien berusia 47 tahun itu, yang sedang menjalani kemoterapi, cocok dengan kategori ini.

"Para ahli telah memperhatikan angka mutasi dalam organisme orang yang lemah beberapa kali lebih tinggi dibandingkan angka dalam populasi manusia normal," jelasnya, dikutip dari Russia Today, Rabu (13/1).

Baca Selanjutnya: Seorang ahli lain spesialis teknik...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini