Dianggap pemuja setan, Iran larang tato dan gaya rambut ala punk

Rabu, 6 Mei 2015 11:43 Reporter : Pandasurya Wijaya
Dianggap pemuja setan, Iran larang tato dan gaya rambut ala punk Gaya emo punk. ©wiki-land.wikispaces.com

Merdeka.com - Serikat Penata rambut di Iran melarang model rambut landak karena dianggap gaya seperti itu sama dengan menyembah setan.

Bukan cuma gaya rambut jabrik yang dilarang, mereka juga tidak memperbolehkan warga memakai tato atau mendapat layanan perawatan kulit dari sinar matahari.

Dalam siaran pers yang dirilis oleh kantor berita pemerintah ISNA, Mustafa Govahi, ketua asosiasi, mengatakan aturan baru itu untuk menyadarkan kaum pria dan para penata rambut di seantero negeri.

"Gaya rambut mirip setan kini dilarang," kata dia, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Selasa (5/5).

"Setiap salon yang memotong rambut pelanggan dengan gaya semacam itu akan diberi peringatan keras dan izin mereka bisa dicabut," jelas dia.

Gaya rambut landak atau spike saat ini tengah populer di kalangan anak muda Iran. Pemerintah sebelumnya sudah menyatakan gaya rambut semacam itu terlalu kebarat-baratan dan tidak islami.

"Biasanya salon-salon yang melakukan itu tidak punya izin. Mereka sudah kami identifikasi dan akan diberi peringatan."

Serikat Penata Rambut di Iran hanya mewakili kaum pria saja. Sedangkan kaum hawa mempunyai serikat pekerja sendiri. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Iran
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini