Di Tengah Skandal Jamal Khashoggi, Trump Tegaskan Akan Tetap Bersekutu Dengan Saudi

Rabu, 21 November 2018 16:51 Reporter : Jayanti
Di Tengah Skandal Jamal Khashoggi, Trump Tegaskan Akan Tetap Bersekutu Dengan Saudi Presiden AS Donald Trump. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan bahwa negaranya akan tetap menjadi mitra setia dari Arab Saudi, meskipun Saudi diduga adalah pihak di balik pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi .

Pernyataan Trump ini dibuat menyusul laporan CIA yang dikeluarkan Jumat bahwa Pangeran Saudi Mohammad bin Salman lah yang telah memerintahkan pembunuhan keji itu.

Namun, Trump sendiri meragukan laporan tersebut, dan berusaha untuk mencari pembelaan atas dugaan keterlibatan Putra Mahkota dalam pembunuhan Khashoggi.

"Ada kemungkinan Pangeran Muhammad mengetahui peristiwa tragis itu. Mungkin iya, tetapi mungkin juga dia tidak tahu," katanya, dikutip dari The Week, Rabu (21/11).

The Times juga melaporkan bahwa dalam membuat pernyataan, sikap Trump menempatkan stabilitas hubungan Amerika Serikat dan Saudi di atas pembunuhan keji itu, mengutip dari perjanjian perdagangan dan investasi antara Saudi dan Amerika Serikat yang bernilai sekitar £ 350 miliar.

Hal itu termasuk dalam kesepakatan untuk membeli peralatan militer yang senilai 86 miliar Poundsterling, yang menurut Trump AS bodoh bila membatalkan kesepakatan itu. Sebab, Rusia dan China akan menjadi penerima manfaat besar apabila AS menolaknya.

"Kedua negara itu akan sangat senang mendapatkan semua bisnis baru itu," ujarnya.

Trump juga menyebutkan bahwa Arab Saudi adalah negara penghasil minyak terbesar di dunia dan menambahkan bahwa negara Kerajaan itu telah bersikap sangat responsif terhadap permintaan Trump untuk menjaga harga minyak pada tingkat yang wajar bagi Amerika.

Pernyataan Trump pun dengan cepat dikomentari oleh partai Demokrat dan partai Republik. Keduanya menentang pernyataan Trump itu. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini