Di negara ini penjara ditutup karena tahanan terlalu sedikit

Rabu, 8 Februari 2017 12:06 Reporter : Pandasurya Wijaya
Ilustrasi penjara. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Di Brasil belakangan ini kerusuhan hingga baku bunuh antarnarapidana kerap terjadi di sejumlah penjara. Pemerintah sampai kewalahan dan perlu mengerahkan pasukan polisi dan militer buat mengatasi kerusuhan. Penjara di Brasil sudah sedemikian padat ditambah peregesekan antargeng kerap memanas hingga saling bunuh.

Lain di Brasil, lain di Belanda. Di Negeri Kincir Angin ini sejumlah penjara justru ditutup lantaran pelaku kriminal terlalu sedikit sehingga hanya segelintir orang yang dijebloskan ke penjara.

Sepanjang tahun lalu sudah lima penjara ditutup setelah sebelumnya ada 19 yang ditutup pada 2014 dan delapan di 2009.

Koran the Independent melaporkan, Rabu (8/2), tingkat kejahatan di Belanda turun sekitar 0,9 persen tiap tahun. Para hakim juga biasanya memberikan hukuman singkat bagi pelaku kejahatan.

Itu berarti pada 2021 nanti akan ada 3.000 sel kosong dan 300 penjara anak-anak yang tidak lagi beroperasi.

Koran the Guardian melaporkan, Norwegia bahkan mengirim pelaku kejahatan untuk dipenjara di Belanda karena rumah tahanan di sana sudah terlalu penuh.

[pan]

Topik berita Terkait:
  1. Belanda
  2. Jakarta
  3. Lapas Dan Rutan
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.