Di Australia, ilmuwan Indonesia ciptakan virus mematikan ikan mas

Senin, 27 Juli 2015 19:39 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Di Australia, ilmuwan Indonesia ciptakan virus mematikan ikan mas Ilustrasi ikan mas. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/bikeriderlondon

Merdeka.com - Ilmuwan asal Indonesia, Agus Sunarto, merupakan salah satu ilmuwan handal yang dimiliki Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), semacam lembaga pusat penelitian di Victoria, Australia. Saat ini, Agus tengah meneliti virus herpes koi (KHV) yang merupakan virus mematikan bagi ikan mas.

"Kalau di laboratorium tempat saya bekerja, dari 300 orang, saya sendiri dari Indonesia," ungkapnya saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Rasuna Said, Jakarta, Senin (27/7).

Agus menceritakan dirinya mulai meneliti virus tersebut ketika sedang studi S3 di salah satu universitas di Melbourne. Dia mengatakan untuk memahami virus herpes koi itu, dia meneliti DNA ikan-ikan di sana.

"Salah satu pembimbing saya tertarik untuk menggunakan virus ini sebagai biological control agent untuk ikan mas di Australia," lanjut dia.

Berbeda dengan di Indonesia yang ikan mas dijual dan dimakan, di Australia ikan mas malah dimusnahkan. Hal itu karena orang Australia tidak menyukai ikan mas.

"Orang Australia tidak suka ikan mas, padahal di sana ikan mas berkembang biak dengan pesat. Mereka lebih suka makan ikan lokal, sedangkan ikan mas dianggap hama," paparnya.

Agus mengungkapkan, saking pesatnya perkembangan ikan mas di Australia, jumlah ikan lokal di sana malah semakin sedikit. Itulah alasan mengapa orang Australia berencana memusnahkan ikan mas.

Dia mengatakan virus herpes koi yang dia teliti tersebut malah dijadikan alat untuk membunuh ikan-ikan mas itu.

Agus yang adalah salah satu ilmuwan terbaik dari Indonesia yang bekerja di laboratorium milik Australia ini, sudah tujuh tahun bekerja di Negeri Kanguru ini. Agus juga merupakan lulusan sebuah universitas di Malaysia di Jurusan Kedokteran Hewan.

Dia mengatakan, ilmuwan asal Indonesia harus terus maju dan jangan mau kalah dengan negara lain."Ilmuwan muda kita banyak yang berprestasi, namun hendaknya mereka mau lebih banyak belajar agar bisa menjadi kebanggaan Indonesia dan membawa nama baik bangsa," pesannya.

Acara yang diselenggarakan oleh Kedutaan Australia di Indonesia selain menghadirkan Dr. Agus, juga menghadirkan sembilan ilmuwan asal Australia dari berbagai bidang. [rep]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini