Desas Desus Konflik Internal Taliban, Baradar Tidak Senang dengan Pemerintahan Baru

Rabu, 15 September 2021 15:00 Reporter : Hari Ariyanti
Desas Desus Konflik Internal Taliban, Baradar Tidak Senang dengan Pemerintahan Baru Wakil pemimpin dan negosiator Taliban, Abdul Ghani Baradar (tengah paling depan) dan delegasi Taliba. ©Alexander Zemlianichenko/Reuters

Merdeka.com - Konflik besar melibatkan Wakil Perdana Menteri Afghanistan, Abdul Ghani Baradar pecah dengan para pemimpin Taliban terkait struktur pemerintahan baru kelompok tersebut di Afghanistan. Demikian diungkapkan BBC dalam laporannya pada Selasa, mengutip sejumlah pejabat senior kelompok tersebut.

“Cekcok antara salah satu pendiri kelompok itu (Wakil Perdana Menteri Mullah Abdul Ghani)Baradar dan seorang anggota kabinet terjadi di istana presiden,” kata sumber tersebut kepada BBC, dikutip dari laman Al Arabiya, Rabu (15/9).

Muncul desas desus yang meluas terkait kesehatan para pemimpin tertinggi Taliban dan kemungkinan perpecahan internal kelompok tersebut, setelah Baradar menghilang dari hadapan publik sejak kemunculannya yang terakhir pada awal September.

Desas desus juga muncul terkait kesehatan dan keberadaan Pemimpin Tertinggi Taliban, Haibatullah Akhundzada, yang tidak pernah menampilkan diri selama bertahun-tahun. Beberapa laporan bahkan mengatakan dia meninggal tahun lalu karena virus corona.

Taliban mengambil alih Afghanistan pada 15 Agustus 2021, dan kemudian pada bulan itu mengumumkan kabinet sementara yang diisi sejumlah tokoh senior Taliban.

“Baradar dan Khalil ur-Rahman Haqqani – menteri pengungsi dan seorang tokoh ternama dalam jaringan militan Haqqani – saling melontarkan kata-kata keras, ketika para pengikut mereka saling bertengkar di dekatnya,” kata seorang sumber tersebut kepada BBC.

Sumber ini mengatakan Baradar tidak senang dengan struktur pemerintahan dan konflik pecah terkait siapa yang seharusnya mengklaim pihak yang paling berjasa dalam kemenangan Taliban di Afghanistan.

Baradar meyakini para diplomat, termasuk dirinya, harus dianggap paling berjasa; sementara kelompok Haqqani – kelompok paramiliter yang dikelola sejumlah tokoh paling senior Taliban dan pemimpinnya saat ini menjabat menteri dalam negeri – meyakini para pejuang yang harus dianggap paling berjasa.

Sumber Taliban ini mengatakan kepada BBC, Baradar meninggalkan Kabul dan menuju Kandahar setelah konflik tersebut. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini