Deretan upaya perlawanan negara anggota OKI pada Israel

Sabtu, 15 Oktober 2016 06:10 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Deretan upaya perlawanan negara anggota OKI pada Israel KTT OKI di JCC Senayan. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Organisasi Kerja Sama Islam atau yang dikenal sebagai OKI, merupakan sebuah forum internasional yang berisikan negara-negara muslim di seluruh dunia. Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, merupakan salah satu anggotanya.

OKI didirikan di Rabat, Maroko pada 25 September 1969, dalam pertemuan pertama para pemimpin dunia Islam yang diselenggarakan sebagai reaksi atas pembakaran Masjid Al Aqsa. Insiden pembakaran terjadi pada 21 Agustus 1969 oleh pengikut fanatik Kristen dan Yahudi di Yerusalem.

OKI memiliki anggota sebanyak 57 negara, yang berasal dari berbagai benua.

Kepemimpinan OKI dijalankan oleh seorang Sekretaris Jenderal. Sekjen OKI pertama adalah Tunku Abdul Rahman asal Malaysia. Kini, Sekjen OKI berasal dari Arab Saudi, yaitu Iyad bin Amin Madani, yang menjabat sejak 2014.

Setiap tahun OKI melakukan pertemuan tingkat menteri. Para negara anggota OKI menjadi tuan rumah pertemuan ini.

Sementara itu, pertemuan tingkat kepala negara dilakukan setiap tiga tahun sekali. Pertemuan terakhir terjadi tahun ini di Turki pada April lalu.

Namun, OKI sering melakukan pertemuan darurat yang biasanya disebut sebagai KTT Luar Biasa OKI. Pertemuan ini bisa diadakan di sea-sela jarak pertemuan KTT reguler, biasanya dilakukan jika ada urusan mendadak mengenai Palestina.

KTT Luar Biasa OKI terakhir dilakukan di Jakarta, 7 dan 8 Maret 2016. Dalam KTT darurat tersebut, OKI dengan tegas mengecam Israel, sebagai negara yang mengklaim dan menduduki Yerusalem yang seharusnya merupakan bagian dari Palestina.

Berbagai cara dilakukan OKI untuk menyerang Israel agar mundur dari tanah Palestina, salah satunya dengan memboikot produk buatan Negeri Bintang Daud tersebut.

Berikut ini ulasan merdeka.com yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber mengenai perlawanan OKI pada Israel:

1 dari 4 halaman

1. Sekjen OKI tuduh Israel langgar hukum internasional

bentrok warga palestina dan israel. ©REUTERS/Mohamad Torokman

Sekretaris Jenderal OKI, Iyad Ameen Madani mendukung penuh kebebasan Palestina. Dia mengatakan OKI terus mendukung keberadaan Palestina dan Al Quds Al Sharif atau Yerusalem sebagai Kota Suci tiga agama.

Madani menyatakan apa yang dibahas dalam OKI merupakan inti dari perlindungan warga Palestina.

"OKI terus mensosialisasikan semua sumber daya yang dimiliki untuk mendukung keberadaan Palestina dan Al Quds Al Sharif. Kita menyadari Yerusalem sebagai Kota Suci tiga agama. Itu merupakan inti dari perlindungan warga Palestina dan menentang apa yang sudah dibuat Israel," kata Madani.

Madani mengatakan OKI terus melawan dan memonitor agresi yang dilakukan Israel. Menurut dia, tindakan Israel bertolak belakang dengan hukum internasional.

Selain itu, OKI menunggu inisiatif Prancis mengenai seruan untuk menggelar konferensi internasional yang membutuhkan persetujuan dari pertemuan ini. Tujuan dari inisiatif tersebut agar mendapat dukungan dari semua negara OKI.

Selain dari negara anggotanya, Sekjen OKI juga mengharapkan peran dari DK PBB dan negara kuartet sebagai mediator perdamaian. 

"Kami juga harus mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali kuartet, menempatkan kembali mereka sebagai mediator untuk proses perdamaian baru. Kita juga terus mendesak DK PBB untuk kembali menegaskan isu ini," pungkas Madani.

2 dari 4 halaman

OKI desak PBB bertindak tegas pada Israel atas penyerbuan di Masjid Al Aqsa

Bendera Palestina berkibar di PBB. ©2015 REUTERS

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk tindakan serius yang berulang pada Palestina yang dilakukan Israel kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam rapat yang dilakukan di Istana Al Salam, Jeddah, Arab Saudi, OKI menekankan berbagai serangan yang dilakukan Israel merupakan provokasi bagi umat Islam.

Tindakan Israel, dianggap sebagai pelanggaran terhadap semua konvensi internasional dan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Hal ini yang dirasa meningkatkan situasi yang buruk, serta merusak peluang berdamai antar dua negara.

OKI sendiri sempat mengecam akan melakukan serangan udara di pendudukan Israel di Jalur Gaza. Sekjen OKI, Iyad bin Amin Madani, menegaskan blokade Israel jelas melanggar hukum internasional.

"Itu adalah hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus segera diakhiri," ujar Madani.

Madani turut mendesak masyarakat internasional untuk campur tangan dan mengambil tindakan yang diperlukan, untuk memaksa Israel menghentikan agresinya. Campur tangan, dibutuhkan demi menemukan solusi politik sesuai hukum internasional.

Dalam Deklarasi Jakarta yang dikeluarkan pada KTT Luar Biasa OKI di Jakarta beberapa bulan lalu, memang tertulis dalam poin 8.

"Mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mempertanyakan pendudukan ilegal Israel yang mengancam solusi dua negara dalam upaya perdamaian dan menyediakan perlindungan internasional terhadap rakyat Palestina dan menyerukan anggota OKI yang berada di DK PBB untuk melanjutkan upaya," seperti dikutip dari Deklarasi Jakarta.

3 dari 4 halaman

OKI serukan solusi dua negara untuk Palestina merdeka

Bocah Palestina bentrok dengan polisi Israel. ©AFP PHOTO

Dalam pidato pembukaan KTT Luar Biasa Ke-5 OKI, Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyatakan bahwa dunia Islam memerlukan dukungan PBB dan menyerukan proses damai jangan ditunda guna mewujudkan kemerdekaan Palestina melalui 'solusi dua negara'.

Solusi dua negara ini telah cukup lama diutarakan kepada Israel, namun belum ada langkah konkret apapun menuju ke sana, kata Presiden.

Tak hanya oleh Indonesia, hampir seluruh negara anggota OKI juga setuju dengan solusi dua negara ini.

Solusi dua negara ini mengacu pada solusi dari konflik Israel-Palestina, yang masing-masing harus saling mengakui menjadi bagian dari negara yang berdaulat secara penuh. Solusi dua negara membayangkan sebuah negara independen Palestina di samping negara Israel, sebelah barat Sungai Yordan. 

Dengan batas antara dua negara mengacu pada 'perbatasan 1967', yang walaupun Israel menolak keras teritori 1967. Kerangka penyelesaian dua negara ini diusulkan pada 1974, dan berkali-kali upaya diplomatik solusi dua negara gagal.

Solusi dua negara yang diusulkan pada 1974 berkali-kali gagal dalam jalur diplomatiknya. Mulai dari Konferensi Madrid 1991, Pertemuan Oslo 1993, Pertemuan Camp David 2000, hingga tiga kali pertemuan inisiatif di 2001 sampai 2002. 

Dan resolusi yang terakhir pada 2013 lalu yang disahkan dengan 165 negara mendukung dan enam negara abstain, di antaranya Kanada, Israel, AS, Negara Federasi Mikronesia, Kepulauan Marshall, dan Palau. Namun walaupun pengakuan ini sudah berjalan, tanpa keinginan kuat Israel dan negara besar seperti AS, hingga kini solusi dua negara yang sama berdaulat tidak kunjung terwujud.

4 dari 4 halaman

OKI serukan boikot produk-produk buatan Israel

KTT OKI di JCC Senayan. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa ke-5 Organisasi Kerja Sama Islam (KTT LB OKI) tentang Palestina Al-Quds Al- Sharif menyerukan komunitas internasional mendukung boikot produk- produk Israel. 

Seruan itu merupakan salah satu isi dari 23 aksi konkret yang tertuang dalam Deklarasi Jakarta yang disepakati semua negara anggota OKI. KTT LB OKI juga menghasilkan resolusi yang berisi penegasan sikapuntukmenentangpendudukan Israel di Palestina. Seluruh negara anggota OKI dengan tegas mengutuk aksi Israel yang kerap menggunakan kekuatan berlebihan dalam menghadapi rakyat sipil Palestina.

Selain itu, mereka juga mendukung pembentukan negara Palestina merdeka atas dasar solusi dua negara. Para pemimpin negara-negara OKI juga mendukung rekonsiliasi Palestina melalui konferensi perdamaian internasional tahun ini. ”Kami menyeru komunitas internasional untuk mendukung boikot produk-produk yang dibuat di permukiman ilegal Israel. 

"Kami juga menyatakan komitmen untuk melindungi Al-Quds al-Sharif dengan memberi bantuan keuangan bagi Al-Quds Fund,” ujar Presiden Jokowi. Hal tersebut menegaskan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. 

Apalagi Palestina merupakan satu-satunya peserta Konferensi Asia Afrika pada 1955 yang hingga sekarang belum merdeka. Pertemuan yang dielar 6-7 Maret dihadiri 657 perwakilan dari 55 negara serta dua organisasi internasional. Dalam KTT LB OKI, negaranegara anggota membahas dua dokumen soal Palestina dan Al Quds al Syarif (Kota Suci Yerusalem), yaitu dokumen resolusi dan deklarasi. 

Dokumen resolusi menegaskan kembali posisi prinsip dan komitmen OKI terhadap Palestina dan Al- Quds al-Sharif. Sementara dokumen deklarasi 'Jakarta Declaration' sebagai inisiatif Indonesia, yang memuat rencana aksi konkret para pemimpin OKI untuk penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. 

  [ard]

Baca juga:
Di Forum OKI, boikot produk Israel kembali digencarkan
KTT OKI ingin bangkitkan kebesaran Islam lewat iptek
JK sebut OKI gagal satukan negara Islam
JK di KTT OKI: Kita harus bersatu mencari solusi Palestina
Pejabat Israel sebut warga Palestina binatang
Serangan udara Israel kembali gempur Gaza
Mengenang Shimon Peres, pendukung perdamaian Palestina-Israel

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini