Deretan Kasus Pemerkosaan Massal yang Menggemparkan India

Jumat, 14 Juni 2019 07:18 Reporter : Hari Ariyanti
Deretan Kasus Pemerkosaan Massal yang Menggemparkan India Ilustrasi perkosaan, pelecehan seksual, pencabulan. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Tahun 2018 lalu, Lembaga Thomson Reuters Foundation merilis hasil surveinya dan menetapkan India menjadi negara paling berbahaya nomor empat di dunia bagi perempuan. Salah satu indikatornya adalah maraknya kasus pemerkosaan di negara Hindustan tersebut.

Lembaga ini melakukan survei dengan mewawancarai 550 ahli terkait isu-isu perempuan. Hasilnya, para ahli menilai India menjadi tempat yang warganya banyak melakukan kekerasan terhadap perempuan, mulai dari kekerasan seksual, perdagangan manusia, kerja paksa, perkawinan paksa, hingga perbudakan seksual.

Dilansir dari CNN, Selasa (26/6/2018), India juga merupakan negara yang memiliki tradisi budaya yang berdampak buruk bagi perempuan. Budaya-budaya tersebut seperti serangan air keras, mutilasi kelamin perempuan, perkawinan anak-anak, hingga kekerasan fisik.

Survei ini juga dilakukan karena semakin meningkatnya kemarahan publik di India, di mana serangkaian kasus pemerkosaan hingga serangan terhadap anak-anak perempuan di bawah umur kembali mencuat. Berdasarkan catatan Amnesty International, sejak 2014 sampai 2017 telah terjadi 37.000 kasus pemerkosaan di negara tersebut.

Pada 2014, publik seluruh dunia dihebohkan dengan kasus pemerkosaan massal seorang mahasiswa di India bernama Jyoti Singh Pandey. Empat orang pelaku pemerkosaan terhadap Jyoti dijatuhi hukuman mati oleh Mahkamah Agung India pada 2017 lalu.

Selain kasus Jyoti, berikut sejumlah kasus pemerkosaan yang menuai kecaman di India dan tindak kejahatan ini dilakukan secara massal:

1 dari 5 halaman

Pemerkosaan Bocah 11 Tahun oleh Tujuh Laki-Laki

Bocah 11 tahun dari Desa Mawten, diperkosa dua kali di waktu berbeda oleh tujuh laki-laki yang juga di bawah umur pada 2016 lalu. Pemerkosaan terjadi pada Desember 2016 dan Januari 2017.

Keluarga gadis itu kemudian melaporkan kasus tersebut kepada polisi setempat melalui pengaduan tertulis. Ketujuh pelaku yang tinggal satu desa dengan korban langsung ditangkap. Mereka semua diketahui telah mengakui perbuatan keji itu.

"Mereka semua berasal dari desa sama dengan gadis itu. Usia mereka rata-rata antara enam sampai 14 tahun. Kami telah menahan tujuh terdakwa di penjara khusus remaja," kata salah seorang perwira polisi, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (24/1/2016).

2 dari 5 halaman

Murid Diperkosa Kepsek dan Guru

Siswi 12 tahun di sebuah sekolah di India diperkosa kepala sekolah dan tiga gurunya pada 2017 lalu. Dia diduga diperkosa secara bergilir, mulai dari kepala sekolah SMP Kako, dan ketiga gurunya.

Dilansir dari metro.co.uk, aksi perkosaan itu ketahuan ketika sang ibu yang juga seorang guru di sekolah yang sama menemukan putrinya dalam keadaan tidak berdaya. Keempat pelaku bernama Aju Ahmad, Atul Rehman, Abdul Bari, dan Mohammed Shaukat.

Saat kejadian berlangsung, sang ibu tengah mengajar di kelas. Kasus ini langsung dilaporkan ke kepolisian setempat. Korban saat itu dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan khusus atas kondisi mentalnya yang terguncang. Dia juga dikabarkan menderita luka ringan.



3 dari 5 halaman

Turis Asing Diperkosa Massal

Pada Desember 2016, seorang turis Amerika Serikat (AS) mengaku diperkosa secara massal di sebuah hotel di New Delhi. Dilansir Arab News, perempuan itu datang ke India April 2016 dan mempersingkat kunjungannya setelah kejadian tersebut.

Perempuan itu mengatakan pemandu wisatanya yang punya kunci kamar memberinya sebuah botol minuman lalu memperkosanya bersama empat pria lain di dalam kamar hotel.

Turis asing asal Jerman juga dilaporkan diculik dan diperkosa pada 2017 lalu. Berdasarkan pengakuan turis tersebut, dia diseret oleh dua pria tak dikenal ke tempat terpencil yang tak jauh dari resor pantai pribadi di kota wisata bagian selatan India, Mamallapuram. Usai menerima perlakuan keji tersebut, perempuan itu langsung melapor kepada polisi setempat.

"Kami telah menerima laporan tentang dugaan pelecehan kepada turis wanita asal Jerman. Saat ini polisi diterjunkan untuk melacak keberadaan pelaku," kata kepala polisi distrik, Santosh, seperti dilansir dari laman Channel News Asia, Rabu (5/4/2017).

"Kami sedang menginvestigasi beberapa tersangka, namun belum dibuat penangkapan resmi," lanjutnya.

Santosh mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil tes medis, wanita tersebut benar telah mengalami kekerasan seksual. Polisi juga telah memberitahu kejadian ini kepada Kedutaan Besar Jerman di India.


4 dari 5 halaman

Perempuan Diperkosa Empat Pria karena Dituduh Makan Daging Sapi

Pada September 2016, seorang perempuan 20 tahun di Mewat, Negara Bagian Haryana, India, mengaku dia dan sepupunya yang berusia 14 tahun diperkosa empat pria setelah dituduh makan daging sapi.

Perempuan muslim itu juga mengatakan paman dan bibinya dibunuh karena alasan yang sama, seperti dilansir koran the Daily Mail, Selasa (13/9/2016).

Sapi dianggap hewan suci di India yang mayoritas Hindu dan mengkonsumsi daging sapi dilarang di sejumlah negara bagian.

"Mereka bilang kami sudah makan daging dan itulah sebabnya kami diperkosa. Mereka juga mengancam akan membunuh saya dan keluarga jika kami mengadu," kata perempuan itu kepada BBC.

Mewat hanya berjarak 96 kilometer dari Ibu Kota New Delhi. Daerah itu memang mayoritas muslim.

Korban membantah telah memakan daging sapi, perbuatan yang dilarang di Haryana. Polisi pun turun untuk menyelidiki kasus tersebut.



5 dari 5 halaman

Vonis Seumur Hidup Tiga Pemerkosa Bocah Delapan Tahun

Tiga pria pemerkosa seorang bocah perempuan berusia delapan tahun di Jammu - Kashmir, India divonis penjara seumur hidup. Korban, yang merupakan warga suku nomaden muslim, mayatnya ditemukan di tengah hutan dekat Kota Kathua pada Januari 2018. Dia dibius dan disekap di dalam sebuah kuil dan diperkosa selama satu pekan sebelum kemudian dijerat lehernya dan dipukuli hingga tewas dengan batu.

Kasus pemerkosaan dan pembunuhan bocah di Kathua ini adalah satu di antara banyak kasus terkenal yang mendorong India untuk memperkenalkan undang-undang baru yang mewajibkan hukuman mati bagi siapa pun karena memperkosa anak di bawah 12 tahun.

Rincian cedera yang diderita anak itu membuat banyak orang India ngeri.

Kemarahan bertambah setelah dua menteri dari Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India menghadiri sebuah rapat umum untuk mendukung para tersangka, yang komunitasnya terlibat dalam sengketa tanah dengan suku nomaden muslim itu. Penyelidik pada waktu itu mengatakan, anak itu menjadi sasaran karena para pelaku ingin meneror suku-suku yang dikenal sebagai Gujjars- agar pergi dari wilayah tersebut.

Selain tiga pelaku yang divonis seumur hidup, tiga petugas polisi India yang dinyatakan bersalah menghancurkan bukti kasus itu divonis penjara hingga 5 tahun. Mereka merupakan bagian dari total delapan orang, meliputi seorang pejabat pemerintah, empat petugas polisi, dan seorang anak di bawah umur, yang ditangkap atas dugaan keterkaitan mereka pada kasus tersebut. [pan]

Baca juga:
Tiga Pemerkosa dan Pembunuh Bocah India Divonis Penjara Seumur Hidup
Laporkan Pelecehan Seksual ke Polisi, Wanita India Malah Dibakar Pelaku
Enam Pria Ditetapkan Bersalah atas Pembunuhan dan Pemerkosaan Massal Bocah di India
India luncurkan daftar 440 ribu nama pelaku pemerkosaan
Ibu di India rancang pembunuhan dan pemerkosaan anak tirinya
Kepala sekolah di India tutupi kasus pemerkosaan siswi

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini