Denmark akan Tempatkan Imigran di Pulau Bekas Penampungan Hewan Sakit

Jumat, 7 Desember 2018 15:22 Reporter : Jayanti
Denmark akan Tempatkan Imigran di Pulau Bekas Penampungan Hewan Sakit Pulau Lindholm di Denmark. ©thisisinsider.com

Merdeka.com - Pemerintah Sayap Kanan Denmark mengatakan akan mengisolasi lusinan imigran ke sebuah pulau terpencil yang dulu digunakan tempat menampung hewan menular untuk penelitian. Pulau Lindholm letaknya 2mil ke laut dengan luas hanya 17 hektar, sejak 1962 digunakan sebagai laboratorium, istal kuda, dan krematorium untuk hewan mati.

Menurut laporan The New York Times seperti dilansir dari The Insider pada Jumat (7/12), Sekarang tempat itu digunakan untuk kedokteran hewan Universitas Teknik Denmark. Ada layanan kapal feri bernama 'Virus' yang melayani pengunjung pergi dan pulang ke pulau itu.

Pemerintah Denmark mengumumkan pekan lalu bahwa mereka berniat mendekontaminasi pulau dari segala hal yang berbahaya pada 2019 dan membuat fasilitas yang siap menampung hingga 125 migran pada akhir tahun 2021.

"Jika Anda tidak diinginkan dalam masyarakat Denmark, Anda tidak seharusnya menjadi gangguan bagi orang Denmark. Mereka tidak diinginkan di Denmark, dan mereka harus merasakannya,"kata Menteri Imigrasi Denmark Inger Stojberg dalam akun Facebooknya.

Denmark semakin menunjukkan permusuhan terhadap para migran dalam beberapa tahun terakhir. Seringkali membuat headline internasional untuk berbagai kebijakan kontroversial mereka. Misalnya menerapkan pelarangan dalam memakai cadar, dan memaksa dibuatkan undang-undang baru untuk lingkungan Ghetto (sebutan bagi kawasan migran di Denmark) agar mengatur anak imigran berbaur ke dalam budaya Denmark.

Dalam sebuah pernyataan, pemerintah Denmark mengatakan Pulau Lindholm akan menjadi rumah para migran yang telah ditolak statusnya sebagai pengungsi, tetapi tidak bisa dideportasi ke negara asal mereka karena alasan keamanan.

Pulau itu juga akan menampung para migran yang dicari oleh pemerintah Denmark untuk dideportasi karena catatan kriminal mereka, tetapi negara-negara asalnya menolak untuk menerima mereka.

"Para penduduk tidak ditahan, para migran akan diminta untuk tidur di fasilitas dan melapor setiap hari. Mereka bebas untuk meninggalkan pulau itu, dan layanan feri akan disediakan,"kata pernyataan itu.

Namun The Times melaporkan, juru bicara pemerintah juga mengatakan Denmark bermaksud untuk meminimalkan keberangkatan feri, Harga tiketnya juga akan dibuat sangat mahal. Sehingga tak mudah bagi imigran meninggalkan pulau itu.

Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Michelle Bachelet, mengatakan rencana yang dibuat itu telah memicu kecaman internasional. Dia sangat prihatin dengan rencana pemerintah Denmark. Bachelet juga merencanakan untuk memantau dan membahas situasi tersebut.

"Kami telah melihat dampak negatif dari kebijakan isolasi semacam itu, dan Denmark tidak boleh meniru kebijakan ini," kata Bachelet. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Denmark
  2. Imigran
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini