Demonstran Myanmar Iringi Pemakaman Perempuan yang Tewas karena Tertembak di Kepala

Senin, 22 Februari 2021 10:16 Reporter : Hari Ariyanti
Demonstran Myanmar Iringi Pemakaman Perempuan yang Tewas karena Tertembak di Kepala mya thwate thwate khaing. ©AFP handout Courtesy of family of mya thawate

Merdeka.com - Lagu pemakaman umat Buddha yang murung dibunyikan di ibu kota Myanmar saat jenazah seorang perempuan muda, yang ditembak saat mengikuti unjuk rasa anti kudeta, dibawa ke upacara pemakaman pada Minggu (21/2).

Ribuan orang berbaris menuju prosesi tersebut untuk memberi penghormatan kepada Mya Thwate Thwate Khaing, yang ditembak di kepala dua hari sebelum ulang tahunnya ke 20 tahun.

Pegawai supermarket itu bertahan hidup selama 10 hari, tapi mengembuskan nafas terakhir pada Jumat karena luka yang dideritanya, membuatnya menjadi demonstran pertama yang tewas karena ikut serta dalam kampanye masif pembangkangan publik yang berlangsung di negara itu.

Seorang penjaga kehormatan saling bergandengan tangan dan membentuk lingkaran mengelilingi peti jenazahnya saat keluarganya dan para pelayat berada di dekatnya untuk memberi penghormatan terakhir.

“Tolong jangan pergi,” bisik salah satu keluarganya saat peti mati dibuka, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (22/2).

Konvoi sepeda motor mengiringi mobil jenazah hitam dan emas berhias yang membawa Mya Thwate Thwate Khaing ke aula pemakaman, di samping kendaraan lain yang dihiasi karangan bunga dan foto-foto almarhum.
Para pelayat yang berkumpul di luar aula pemakaman mengangkat salam tiga jari yang telah diadopsi sebagai tanda perlawanan terhadap kekuasaan militer.

Massa membubarkan diri saat peti matinya dibakar dalam proses kremasi, asap tipis mengepul dari cerobong asap aula pemakaman.

Baca Selanjutnya: 'Dia punya banyak harapan'...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini