Demo pemakzulan Presiden Korsel, dua orang tewas

Jumat, 10 Maret 2017 14:11 Reporter : Ira Astiana
Demo pemakzulan Presiden Korsel, dua orang tewas Demo warga korea tewaskan dua orang. Kyodo/Reuters©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Demo pemakzulan Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, berujung ricuh. Putusan bersejarah yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi terhadap presiden perempuan itu memicu aksi unjuk rasa yang berakhir bentrokan. Dilansir dari laman Time, Jumat (10/3), sedikitnya dua orang tewas dalam bentrokan antara para demonstran dan polisi usai putusan pemakzulan Geun-hye dibacakan Mahkamah Konstitusi.

Kendati demikian, pihak berwenang menolak memberi penjelasan secara rinci tentang dua orang korban tewas dalam serangkaian protes siang tadi. Pegawai rumah sakit lokal menyebut, salah satu korban tewas yakni pria berusia 70 tahun. Pria tersebut menderita luka parah di bagian kepala usai jatuh dari sebuah bus di depan Pengadilan Konstitusi Korsel.

Sementara itu, berdasarkan laporan harian Telegraph, aksi protes dilakukan ribuan pendukung Geun-hye yang marah karena putusan tersebut. Mereka berteriak dan memukul polisi dengan bambu serta memanjat mobil polisi yang digunakan sebagai tameng di depan pengadilan.

Geun-hye merupakan presiden pertama Korsel yang diberhentikan secara paksa dari jabatannya. Dia terbukti telah membocorkan dokumen rahasia negara kepada sahabatnya, Choi Soon-il yang tidak memiliki andil dalam pemerintahan. Soon-il kemudian menyalahgunakan dokumen rahasia tersebut dan melakukan beberapa penipuan.

"Tindakannya telah mengkhianati kepercayaan rakyat. Ini adalah pelanggaran berat terhadap hukum yang tidak dapat ditoleransi," kata hakim Lee Jung-mi yang memimpin sidang pemakzulan Geun-hye. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini