Demo Iran bisa berdampak luas ke Timur Tengah

Kamis, 4 Januari 2018 08:17 Reporter : Pandasurya Wijaya
Demo Iran bisa berdampak luas ke Timur Tengah Demo antipemerintah di Iran. ©AFP PHOTO/STR

Merdeka.com - Kota Kerman, Iran, tidak luput dari merebaknya unjuk rasa antipemerintah yang sudah berlangsung sejak Kamis lalu. Para pendemo meneriakkan yel-yel seperti 'rakyat hidup seperti pengemis, pemimpin bertingkah layaknya Tuhan'. Di Khuzestan, para pengunjuk rasa juga dilaporkan meneriakkan kata 'Matilah Khamenei'.

Sesuatu tengah terjadi di Iran dan ini bisa berdampak luas ke kawasan Timur Tengah lainnya.

Joseph Ivanka Wessels, pengamat Timur Tengah di Universitas Lund menulis dalam laman ABC, Rabu (3/1), peristiwa demonstrasi di Iran kali ini mengingatkan orang pada unjuk rasa 2009 yang disebut Revolusi Hijau. Pada saat itu kelompok muda kelas menengah kota memprotes hasil pemilu presiden yang dimenangkan Mahmud Ahmadinejad. Mereka mengatakan pemilu telah dicurangi.

Namun demo kali ini tidak persis sama seperti Revolusi Hijau, termasuk secara dampak, skala, dan demografinya.

Pada 2009 demo digerakan oleh para demonstran terpelajar kelas menengah, sedangkan kali ini dimulai di Mashad, kota yang dikenal konservatif dan para pendemonya berasal dari berbagai latar belakang.

demo antipemerintah di iran

Demo antipemerintah di Iran ©REUTERS



Di Ahwazi, dihuni mayoritas Arab Iran, demonstrasi sudah berlangsung beberapa pekan. Massa turun ke jalan memprotes tindakan keras pemerintah yang mengambil alih tanah dan sumber air warga.

Ribuan warga keturunan Arab Iran turun ke jalan memprotes perlakuan pemerintah dan anggota parlemen Qassem al-Saeedi mengecam pemerintah dan membandingkan kebijakan itu dengan apa yang dilakukan Israel terhadap warga Arab.

Sejak konflik Suriah meletus pada Maret 2011, keturunan Arab Iran di Ahwazi menyatakan solidaritas dengan sejawat mereka di Suriah. Massa prodemokrasi di Suriah juga mengibarkan bendera Ahwaz ketika turun ke jalan memprotes rezim Basyar al-Assad.

Hingga hari ini para aktivis antipemerintah Suriah menggalang solidaritas dengan para pengunjuk rasa di Iran.

Abdulaziz Hamza, aktivis antipemerintah Suriah di Raqqa memberitahu kepada para pendemo di Iran agar mereka menyembunyikan identitas, tidak membawa KTP, dan membawa kartu memori yang bisa dilepas di ponsel atau peralatan dokumentasi lainnya dalam berunjuk rasa.

Dia juga menyarankan para pendemo memakai nama samaran di Facebook, Twitter, dan YouTube serta berkomunikasi lewat aplikasi yang bersandi.

Oposisi di Suriah berharap demo Iran ini menimbulkan efek domino para kebijakan luar negeri Iran di Suriah.

Dalam beberapa tahun belakangan pemerintah Iran menghabiskan dana miliaran dolar untuk mendukung rezim Suriah. Jenderal Iran Qassem Sulaimani memimpin pasukan Iran yang beroperasi di Suriah.

Jika demo kali ini bisa menghasilkan sesuatu yang revolusioner maka hal ini bisa berdampak cukup besar bagi negara Arab di mana Iran berperan dalam aspek militer. [pan]

Baca juga:
Aksi massa pro-pemerintah menyemut di jalanan Iran
Aktor-aktor kunci dalam unjuk rasa di Iran
KBRI imbau 370 WNI di Iran hindari kerumunan massa demonstrasi
Puluhan ribu massa gelar demo dukung pemerintah Iran
Bayang-bayang Revolusi 1979 dalam unjuk rasa di Iran

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Iran
  3. Demo Iran
  4. Jakarta
  5. Timur Tengah
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini