Demo Iran bikin hubungan AS-Eropa tegang

Sabtu, 6 Januari 2018 07:07 Reporter : Pandasurya Wijaya
Demo Iran bikin hubungan AS-Eropa tegang unjuk rasa di iran. ©Anadolu

Merdeka.com - Sejumlah diplomat dan pejabat pemerintahan Amerika Serikat mengatakan kepada stasiun televisi CNN, saat ini hubungan AS dengan Eropa mengalami ketegangan dalam menyikapi aksi demonstrasi di Iran.

AS dan beberapa negara Eropa seperti Inggris, Prancis, Jerman sebetulnya sama-sama mendukung unjuk rasa damai rakyat Iran, namun mereka berbeda pandangan dalam hal menyikapi apa yang akan terjadi kemudian di lapangan.

Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menunjukkan dukungan dan kritik keras kepada pemerintah Iran.

"Amerika Serikat sudah berkata tegas," kata Wakil Presiden Mike Pence dalam tulisannya di koran the Washington Post dua hari lalu. "Sayangnya, rekan-rekan negara Eropa dan juga PBB, tidak bersuara lantang dalam menanggapi krisis di Iran. Kini saatnya mereka bersuara keras."

Pejabat senior AS mengatakan, pada prinsipnya Negeri Paman Sam mendukung para pendemo karena secara moral hal ini benar. Ketika rakyat berjuang untuk kebebasan maka mereka seharusnya sudah tahu ke mana Amerika akan berpihak. Namun peristiwa ini juga dipandang sesuai dengan kepentingan AS yang kerap mengecam Iran sebagai negara pendukung terorisme.

Meski Gedung Putih belum secara tegas mengatakan mereka mendukung pergantian rezim di Iran, sejumlah negara Eropa memandang sikap AS yang berharap rezim Iran tumbang itu tidak masuk akal.

"Bagi negara Barat apa yang dilakukan rakyat Iran dengan mengkritik kebijakan rezim itu baik, tapi nada pernyataan Trump itu tampaknya lebih bersifat ideologis," kata seorang diplomat Eropa, seperti dilansir CNN, Jumat (5/1). "Ini bukan soal jatuhnya rezim, jadi harapan AS itu tidak dilandasi realita."

Sang diplomat juga mengatakan, meski para pendemo itu bisa dibilang bukan revolusioner, tapi unjuk rasa itu menunjukkan ada masalah dalam pemerintahan Iran.

"Rakyat menuntut perbaikan ekonomi dan rezim tidak siap untuk memperbaiki ekonomi," kata dia.

"Bangsa Eropa mencoba lebih terukur dan menjunjung tinggi prinsip kebebasan rakyat dan mendukung hak rakyat Iran untuk berdemonstrasi," kata sang diplomat. [pan]

Baca juga:
Video hoax soal demo di Iran beredar
CIA, Israel dan Arab Saudi dituding provokator demo di Iran
Berawal dari demo, Iran bakal jadi Suriah kedua?
Garda Revolusi nyatakan demo antipemerintah Iran sudah berakhir
Jejak CIA dalam sejarah perebutan kekuasaan di Iran

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini