Delapan Demonstran di Myanmar Tewas Saat Polisi Menembak ke Arah Massa Anti-Kudeta

Jumat, 12 Maret 2021 09:50 Reporter : Hari Ariyanti
Delapan Demonstran di Myanmar Tewas Saat Polisi Menembak ke Arah Massa Anti-Kudeta Polisi Myanmar pukuli pengunjuk rasa antikudeta. ©STR/AFP

Merdeka.com - Korban tewas kembali berjatuhan di Myanmar, saat aparat menembak ke arah demonstran. Pada Kamis (11/3), delapan orang dilaporkan tewas ketika pasukan keamanan mengeluarkan tembakan ke arah para pengunjuk rasa penentang kudeta. Demikian disampaikan sejumlah saksi mata.

Amnesty International menuding militer mengadopsi taktik perang terhadap para demonstran.

Enam orang tewas di pusat kota Myaing ketika aparat menembak para demonstran. Seorang pria yang ikut berunjuk rasa dan membantu membawa korban ke rumah sakit mengatakan kepada Reuters melalui telepon.

Seorang tenaga kesehatan di sana membenarkan enam kematian ini.

“Kami beraksi secara damai,” kata pria 31 tahun itu, dikutip dari The Straits Times, Jumat (12/3).

“Saya tak bisa percaya mereka melakukannya,” sesalnya.

Satu orang tewas di distrik Dagon Utara di Yangon, kata para saksi mata. Foto yang diunggah di Facebook menunjukkan seorang pria tengkurap di jalan, kepalanya berdarah.

Sementara itu satu kematian dilaporkan di Mandalay.

2 dari 2 halaman

Amnesty International menuduh tentara menggunakan kekuatan mematikan dalam menghadapi massa pengunjuk rasa dan mengatakan berbagai pembunuhan yang telah didokumentasikan sama dengan eksekusi di luar hukum.

“Ini adalah komandan tanpa penyesalan yang telah terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan, mengerahkan pasukan dan metode pembunuhan di tempat terbuka,” jelas Direktur Tanggap Krisis Amnesty International, Joanne Mariner.

Juru bicara junta, Brigjen Zaw Min Tun mengatakan pada konferensi pers, kerusuhan bukanlah situasi yang harus menjadi perhatian komunitas internasional. Dia juga mengatakan Barat membuat asumsi yang tidak benar.

Militer sebelumnya mengatakan mereka bertindak dengan sangat menahan diri dalam menangani apa yang digambarkannya sebagai demonstrasi oleh “pengunjuk rasa huru hara” yang mereka tuduh menyerang polisi dan merusak keamanan dan stabilitas nasional. [pan]

Baca juga:
Tiga Jam dalam 'Ruang Neraka', Cerita Demontsran Myanmar Ditangkap & Disiksa Tentara
Gelombang Warga Negara Myanmar yang Melarikan Diri ke India Terus Bertambah
Dewan Keamanan PBB Gagal Kecam Kudeta Myanmar, Hanya Minta Militer Menahan Diri
Junta Myanmar Tuduh Aung San Suu Kyi Korupsi, Terima Emas & Uang Ilegal Rp 8,5 Miliar
CEK FAKTA: Hoaks Foto Militer Myanmar Mengubur Remaja Tewas Saat Demo Anti Kudeta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini