Data Baru Sebut Kekebalan Kawanan Covid-19 Perlu Waktu Lima Tahun

Senin, 1 Maret 2021 13:06 Reporter : Hari Ariyanti
Data Baru Sebut Kekebalan Kawanan Covid-19 Perlu Waktu Lima Tahun Aktivitas Warga Korea Selatan. ©2020 REUTERS/Heo Ran

Merdeka.com - Tiga bulan setelah seorang nenek 91 tahun di Inggris menjadi orang pertama di dunia yang mendapat suntikan pertama vaksin Covid-19, lebih dari 236 juta dosis vaksin telah disuntikkan di seluruh dunia. Laju vaksinasi terbesar dalam sejarah meningkat secara eksponensial, tetapi pada tingkat saat ini, diperlukan hampir lima tahun sebelum sebagian besar warga dunia mendapatkan suntikan vaksin.

Menurut data yang dikumpulkan Bloomberg sampai Minggu (28/2), perlu 4,6 tahun untuk mencakup 75 persen populasi dunia mendapatkan dua dosis vaksin. Data terbaru memperkirakan, 70 persen sampai 90 persen populasi dunia harus disuntik vaksin sebelum tercapai kekebalan kawanan (herd immunity).

Dengan lebih banyak orang yang divaksinasi, para ahli akan segera memiliki gambaran bagaimana vaksin saat ini bisa mengurangi atau mencegah infeksi dan penyebaran virus.

Informasi, seperti seberapa lama kekebalan akibat vaksinasi dapat bertahan dan seberapa ampuh vaksinasi dalam menghentikan penyebaran virus, akan menentukan bagaimana negara di dunia bisa membuka kembali sektor perekonomiannya dan menyelamatkan mata pencaharian warganya.

“Saat ini, hanya ada data pendahuluan dan anekdotal terkait kemanjuran vaksin Covid-19 untuk melindungi penyebaran, tapi saya mengantisipasi ini sebagai sebuah area di mana sains akan jauh lebih matang dalam satu atau dua bulan,” jelas Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock Universitas Nasional Singapura (NUS), Professor Teo Yik Ying, dilansir dari The Straits Times, Senin (1/3).

“Ketika data ini muncul dan secara konsisten divalidasi di sejumlah negara dengan vaksinasi populasi skala besar, saya berharap Singapura akan meninjau langkah-langkah kita yang ada, termasuk pembatasan kontrol perbatasan, sehingga mereka yang telah divaksinasi sebenarnya akan memiliki lebih sedikit pembatasan dalam hal gerakan dan aktivitas,” lanjutnya.

Di Singapura, dengan angka infeksi mendekati 60.000 dan 29 kematian sampai saat ini, lebih dari 250.000 orang telah mendapatkan dosis pertama vaksin, dan program vaksinasi terus meningkat hari demi hari.

Sampai akhir bulan depan, 40 pusat vaksinasi akan dioperasikan. Setiap pusat vaksinasi direncanakan memiliki kapasitas 2.000 suntikan setiap hari.

Amerika Serikat, negara yang paling parah terdampak pandemi dengan 29 juta kasus infeksi, telah menyuntikkan 72,8 juta dosis vaksin.

Sementara itu, Israel adalah negara tercepat yang melakukan vaksinasi sejak Desember tahun lalu. Lebih dari setengah dari 9,3 juta populasi telah menerima setidaknya satu suntikan.

Baca Selanjutnya: Laporan awal menunjukkan kasus Covid-19...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini