Dari Benci Jadi Hangat, Hubungan Trump dan Kim Jong-un Jelang KTT Kedua

Sabtu, 9 Februari 2019 07:38 Reporter : Pandasurya Wijaya
Dari Benci Jadi Hangat, Hubungan Trump dan Kim Jong-un Jelang KTT Kedua Kim Jong-un bersalaman dengan Trump. ©2018 Merdeka.com/REUTERS

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidato kenegaraannya dua hari lalu mengumumkan jadwal pertemuan kedua dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan berlangsung 27-28 Februari nanti di Vietnam.

Sebelumnya dunia mengenal Trump dan Kim kerap saling jual beli cemoohan, bahkan sampai ke media sosial Twitter. Berikut catatan saling ejek antara Trump dan Kim Jong-un sebelum pertemuan pertama mereka di Singapura Juni tahun lalu, seperti dikutip dari laman the Straits Times, Rabu (6/2).

'Orang gila dengan senjata nuklir'

"Kita tidak bisa biarkan ada orang gila dengan senjata nuklir berkeliaran seperti itu," ujar Trump kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte via sambungan telepon pada April 2017 tak lama setelah dia baru menjadi presiden AS.

"Kita punya daya tembak lebih banyak dari yang dia punya, 20 kali lipat, tapi kita tidak mau menggunakannya."

'Pria Roket versus 'Orang tua Pikun'

Pada bulan September di tahun yang sama dalam pidato pertamanya di PBB, Trump menyebut Kim sebagai 'pria roket' dalam 'misi bunuh diri'

"Amerika Serikat punya kekuatan dan kesabaran yang besar, tapi jika dipaksa harus melindungi diri dan sekutunya, maka kami tidak punya pilihan lain selain menghancurkan Korea Utara," kata dia.

"Pria roket sedang dalam misi bunuh diri bagi dirinya dan rezimnya," ujar Trump. "Amerika Serikat siap, bertekad, dan mampu."

Kim kemudian membalas ucapan Trump itu dengan berjanji 'akan menjinakkan orang tua pikun di AS dengan tembakan. Anjing yang takut menggonggong lebih keras," kata dia.

'Anjing Sakit'

Tak lama seusai uji coba rudal balistik antarbenua yang dilakukan Korut pada November 2017, Trump mencela Kim dengan sebutan 'anjing sakit' dan kata-kata itu disambut riuh oleh para pendukung Trump.

Tombol siapa lebih besar?

Kim menyambut tahun baru 2018 dengan pidato yang memuat kata-kata dia punya tombol senjata nuklir di meja kerjanya.

Trump kemudian menulis di akun Twitternya, dirinya lebih hebat dari Kim.

"Tolong ada anak buah dia di negara yang kelaparan itu bilang, saya juga punya tombol senjata nuklir, punya saya malah lebih besar dan lebih kuat dan berfungsi!" cuit Trump.

Menjelang Pertemuan di Singapura

Hubungan AS dan Korut jelang pertemuan Trump dan Kim di Singapura kemudian berubah drastis.

Pada bulan Mei Kim membebaskan tiga warga negara AS yang ditahan di Korut dan Trump memuji langkah itu dengan mengatakan 'itu sikap yang positif dari niat baik'

Trump kemudian mengatakan orang-orang menyebut dia layak mendapat hadiah Nobel Perdamaian lantaran kontribusinya dalam membuat hubungan AS dan Korut mencair. [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini