Dampak UU Anti Muslim India, Imran Khan Ingatkan Dunia Ancaman Krisis Pengungsi

Rabu, 18 Desember 2019 11:00 Reporter : Hari Ariyanti
Dampak UU Anti Muslim India, Imran Khan Ingatkan Dunia Ancaman Krisis Pengungsi Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.. ©Denis Balibouse/Reuters

Merdeka.com - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menyampaikan jutaan Muslim yang tinggal di India akan dipaksa meninggalkan negara itu sebagai dampak dari UU Kewarganegaraan baru, dan jam malam yang masih berlangsung di wilayah Kashmir yang dikuasai India, menciptakan apa yang dia istilahkan sebagai "krisis pengungsi yang akan mengerdilkan krisis-krisis lain".

Berpidato di Forum Pengungsi Global di Jenewa pada Selasa, Khan mengatakan negaranya tak akan mampu mengakomodir pengungsi lagi dan mendesak dunia segera mengambil langkah.

"Kami di Pakistan tak hanya khawatir akan ada krisis pengungsi. Kami khawatir ini akan memicu konflik, konflik antara dua negara bersenjata nuklir," jelasnya, dilansir dari Aljazeera, Rabu (18/12).

Pekan lalu, India mengesahkan UU yang merupakan amandemen UU tahun 1955, yang akan memberikan kewarganegaraan bagi warga non Muslim yaitu Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsi, dan Kristen yang berasal dari Bangladesh, Afghanistan dan Pakistan. Sementara warga Muslim tidak termasuk dalam UU tersebut.

Pakar hukum India mengatakan UU tersebut melanggar konstitusi sekuler India, sementara ribuan Muslim dan kelompok warga sipil menggelar aksi unjuk rasa di India, takut UU tersebut akan meminggirkan 200 juta warga Muslim India.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan Sekjen PBB Antonio Guterres hadir saat Imran Khan berpidato.

Baca Selanjutnya: Kashmir yang Terisolasi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini