Dampak Kasus Jamal Khashoggi, Kanada Bakal Hentikan Pengiriman Senjata ke Saudi

Selasa, 18 Desember 2018 13:08 Reporter : Merdeka
Dampak Kasus Jamal Khashoggi, Kanada Bakal Hentikan Pengiriman Senjata ke Saudi PM Kanada Justin Trudeau. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan bahwa pemerintahannya saat ini sedang berupaya untuk mengakhiri pengiriman senjata ke Arab Saudi. Langkah tersebut diambil karena Saudi berada dalam bayang-bayang kecaman internasional atas kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi dan keterlibatan negara itu dalam perang Yaman.

Sebelumnya, PM Trudeau pernah mengatakan bahwa dia akan meninjau kembali penjualan kendaraan lapis baja produksi Kanada ke Saudi senilai 15 miliar dolar Kanada (Rp 163 triliun) selama periode 14 tahun. Dia juga telah mengancam akan menunda ekspor yang tengah berlangsung pada Oktober 2018 lalu.

Kedua hal itu dilakukan sebagai sarana untuk menekan pejabat Saudi guna sepenuhnya memberikan penjelasan yang terbuka atas pembunuhan Khashoggi, kata Trudeau.

Tapi sekarang pemimpin Kanada itu berbicara tentang menghentikan pengiriman ke Saudi untuk selamanya.

"Kami tengah melihat apakah ada cara untuk tidak lagi mengekspor kendaran lapis baja ini ke Arab Saudi," kata Trudeau, seperti dikutip dari The Globe and Mail, Senin (17/12).

Beberapa transaksi itu termasuk yang diteken oleh pemerintahan sebelum Trudeau, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Stephen Harper.

Masih belum jelas apa solusi yang Trudeau pikirkan atau seberapa dekat pemerintahannya untuk menerapkan penghentian itu. Tidak jelas juga apakah negara itu mungkin akan menangguhkan pengiriman atau membatalkan transaksi secara langsung.

Saat ini belum ada komentar lebih jauh yang diungkapkan kantor PM Kanada. Namun Trudeau sendiri telah menekankan bahwa pembunuhan terhadap Saudi tidak bisa diterima dan dia menuntut Saudi memberikan penjelasan lebih lanjut tentang skandal ini.

Sebagai informasi, Khashoggi tewas dibunuh pada 2 Oktober lalu di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Dia diduga dibunuh atas perintah penguasa kerajaan karena kerap mengkritisi rezim Saudi. Namun pihak Saudi membantah tuduhan itu, meski tidak memberikan jawaban lebih konkret tentang hal itu.

Pemerintah Turki dan sejumlah pihak internasional meyakini Pangeran Saudi Muhammad bin Salman ada kaitannya dengan pembunuhan ini.

Sumber: Liputan6 [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini