Daftar Jurnalis Palestina dan Asing yang Tewas Dibunuh Israel

Kamis, 12 Mei 2022 15:49 Reporter : Pandasurya Wijaya
Daftar Jurnalis Palestina dan Asing yang Tewas Dibunuh Israel jurnalis palestina membawa jenazah shireen abu aqla wartawan aljazeera. ©AFP

Merdeka.com - Shireen Abu Aqla yang ditembak mati sniper Israel di Jenin, Tepi Barat, kemarin adalah jurnalis berdarah Palestina teranyar yang tewas di tangan aparat Israel.

Israel sudah sejak lama kerap membunuh atau melukai jurnalis yang meliput kejahatan mereka terhadap orang Palestina.

April lalu tuntutan resmi diajukan ke Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) terhadap Israel yang "secara sistematis" menargetkan jurnalis Palestina dan gagalnya penyelidikan pembunuhan-pembunuhan yang setara kejahatan perang itu.

Aparat Israel menindak keras jurnalis lokal yang ingin meliput perkembangan di lapangan sejak munculnya protes warga Palestina di Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Israel pada Mei 2021.

Polisi dan aparat keamanan Israel melepaskan peluru tajam dan memukuli jurnalis yang meliput kekerasan mereka di lapangan, terutama yang terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa dan serangan Israel ke Gaza.

Di Tepi Barat, jurnalis foto dijadikan target penembakan dengan peluru tajam ketika meliput protes warga Palestina di al-Bireh, dekat Beit El tahun lalu.

Polisi Israel juga terlihat mengintimidasi jurnalis yang meliput protes itu.

Tahun lalu serangan udara Israel menghancurkan Menara al-Shorouk yang menjadi kantor dari tujuh media dan Menara Jawhara yang menjadi lokasi kantor puluhan media, termasuk Harian Palestina, Al Kufiya Channel, Bawaba 24, dan Forum Media Palestina.

Media Palestina Wafa memiliki daftar puluhan dari jurnalisnya yang dibunuh sejak 1972. Angka itu kian bertambah banyak sejak mulainya Intifada Kedua pada 2000.

Jurnalis Palestina jadi target serangan Israel di Tepi Barat pada 2002 dan pada musim panas 2014, Israel membunuh 17 jurnalis Palestina yang meliput perang di Jalur Gaza.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Komite Perlindungan Jurnalis mencatat ada 17 jurnalis Palestina yang dibunuh sejak 2000. Ini tidak termasuk Abu Aqla atau sejumlah jurnalis asing yang dibunuh: dua Italia, satu Turki, dan Wales.

Sindikat Jurnalis Palestina bahkan mencatat angka lebih besar. Pada 2020, organisasi itu mengatakan pasukan Israel sudah membunuh lebih dari 46 jurnalis Palestina sejak Intifada Kedua pada 2000.

"Sindikat mencatat ada sekitar 500-700 serangan Israel terhadap jurnalis Palestina per tahun dan kejahatan ini harus dihentikan dan harus ada yang bertanggung jawab, siapa yang melakukan dan memerintahkan itu," kata Tahseen al-Astal, wakil kepala Sindikat, kepada kantor berita Anadolu kala itu.

Sebanyak 83 jurnalis Palestina dilaporkan tewas oleh Israel sejak 1972.

Berikut daftar jurnalis yang dibunuh Israel lewat penembakan atau serangan udara sejak 2000, seperti dilansir laman Middle East Eye,

1. Aziz Yusuf al-TIneh, 32 tahun, kantor berita Wafa, ditembak pasukan Israel di dekat Betlehem pada 28 Oktober 2000.

2. Utsman Abdul Qadir al-Qatnani, 24, dari kamp pengungsi Askar di Nablus. Dia tewas dalam serangan udara Israel pada 31 Juli 2001. Dia adalah reporter dari Kona, media Kuwait, yang berkantor di Nablus.

3. Muhammad Abdul-Karim al-Bishawi, 27 tahun, dari Nablus, jurnalis foto di Pusat Jurnalisme Najah, tewas karena serangan udara Israel pada 31 Juli 2001.

4. Ahmad Numaan, 38 tahun, manajer Betlehem TV, tewas karena serangan Israel ke Betlehem pada 8 Maret 2002.

5. Raffaele Ciriello, 42 tahun, veteran jurnalis Italia yang meliput konflik di Afghanistan dan Kosowo. Dia tewas ditembak Israel dekat Alun-Alun Manara di Ramallah saat bentrokan tentara Israel dan milisi PAlestina pada 11 Maret 2002. Dia meliput untuk Corriere della Sera.

2 dari 3 halaman
daftar jurnalis palestina dan asing yang tewas dibunuh israel

6. Jamil Abdullah al-Nawawra, 35 tahun, dari Beltelhem, tewas pada 14 Maret 2002 lantaran terkena serpihan artileri dari tank Israel saat menyerang Ramallah. Dia bertugas untuk Palestine TV.

7. Amjad Bahjat al-Alami, 22 tahun, juru kamera untuk Palestina TV dan Al Nawras TV. Dia tewas ditembak tentara Israel dengan peluru ledak di Hebron pada 18 Maret 2002.

8. Imad Abu Zahra, 30 tahun, fotografer lepas dan manajer di media lokal, tewas dibunuh di Jenin akibat tembakan tentara Israel pada 12 Juli 2002.

9. Issam Hamza Tllawi, 30 tahun, bekerja di radio Voice of Palestine. Dia ditembak tentara Israel saat meliput unjuk rasa damai untuk solidaritas terhadap Presiden Palestina Yasser Arafat di Ramallah pada 22 September 2002. Tillawi saat itu mengenakan jaket pers.

10. Nazih Darwazeh, 46 tahun, juru kamera Palestine TV dan Jaringan APTN. Dia tewas ditembak ketika meliput serangan ISrael ke KOta Tua Nablus pada 19 April 2003.

11. Muhammad Abu Halima, 21 tahun, koresponden untuk radio kampus Najah. Dia tewas ditembak tentara Israel di pintu masuk kamp pengungsi Balafa di Nablus pada 22 Maret 2004.

12. James Henry Dominic Miller, 34 tahun, juru kamera asal Wales, produser, sutradara dan peraih Emmy Awards, tewas oleh pasukan Israel saat membuat film dokumenter di Rafah Jalur Gaza pada 2 Mei 2003.

13. Hassan Ziyad Shaqwra, 23 tahun, juru fotografer untuk Quds Radio ketika dia tewas akibat serangan udara Israel mengenai sebuah mobil di Beit Lahia Jalur Gaza pada 15 Maret 2008.

14. Fadel Shanaa, 24 tahun, juru kamera Reuters, tewas oleh anak panah yang disebut flechette yang ditembakkan oleh tank Israel pada 16 April 2008 ketika dia meliput serangan Israel di Jalur Gaza. Menurut Reuters, saat tank Israel melepaskan tembakan itu adalah adegan rekaman terakhir dari kamera Shanaa sebelum kameranya dihancurkan.

15. Umar Abdul Hafiz al-Silawi, 28 tahun, bekerja sebagai juru kamera untuk Al-Aqsa TV ketika dia tewas dalam serangan Israel di Beit Lahia Jalur Gaza pada 3 Januari 2009.

16. Basil Ibrahim Faraj, 22 tahun, asisten juru kamera, bekerja untuk TV Aljazair. Dia tewas akibat serangan udara Israel yang mengenai bangunan sipil di kawasan Tel al-Hawa di Jalur Gaza pada 6 Januari 2009.

3 dari 3 halaman

17. Ehab Jamal al-Wahidi, 33 tahun, juru kamera untuk Palestine TV. Dia tewas ketika serangan udara Isral menghantam Menara Dokter (Burj al-Atbaa) di Kota Gaza pada 8 Januari 2009.

18. Alaa Hammad Murtaja, 26 tahun, koresponden untuk Radio al-Buraq, tewas karena serangan udara Israel ke Jalur Gaza pada 9 Januari 2009.

19. Cevdet Kiliclar, jurnalis TUrki yang tewas oleh komandan tentara Israel yang menyerbu kapal Mavi Marmara yang sedang menuju Gaza pada 31 Mei 2010.

20. Hussam Muhammad Salamah, 30 tahun, juru kamera untuk Al-Aqsa TV. Dia tewas akibat serangan udara Israel terhadap sebuah mobil milik Al-Aqsa TV di Jalur gaza pada 20 November 2012.

21. Mahmud al-Komi, 29 tahun, tewas karena serangan udara Israel pada peristiwa yang sama. Dia bertugas sebagai juru kamera Al-Aqsa TV.

22. Muahmmad Abu Eisha, 24 tahun, bekerja untuk radio pendidikan Al-Quds. Dia juga tewas dalam kejadian yang sama dengan Komi dan Salamah pada 20 November 2012.

23. Hamid Abdullah Shihab, 33 tahun, bekerja untuk 24 media. Serangan Israel terhadap sebuah mobil yang bertuliskan pers menewaskan Shihab yang ada di dalam mobil itu.

24. najla Mahmud al-haj, 29 tahun, aktivis sosial dan media. Dia tewas dalam serangan udara Israel bersama tujuh anggota keluarganya.

25. Khalid Hamad, 25 tahun, dari Continue Media Production.

26. Abdul Rahmah Ziad Abu Hin, 28 tahun, editor di al-Kitab TV.

27. Izzat Duhair, 23 tahun, koresponden radio untuk Prisoners dan Liberty yang juga anggota dari Palestinian Youth Media Rally di Rafah. Dia tewas bersama 21 anggota keluarga dalam serangan udara Israel.

28. Bahuddin Quraib, 58 tahun, pemimpin redaksi berita Palestine TV berbahasa Ibrani.

29. Ahad Zaqqot, 50, jurnalis olah raga di Palestine TV.

30. Rami Rayan, 26 tahun, jurnalis dan fotografer di Jaringan Palestina untuk Media.

31. Sameh al-Arian, 29 tahun, bertugas untuk al-Aqsa TV.

32. Muhammad Dahir, 27 tahun, editor di koran Risalah. Dia tewas dalam serangan udara Israel yang juga membunuh putri dan lima anggota keluarganya.

33. Abdullah Gahjan, 22 tahun, jurnalis olahraga untuk situs Sada al-Malaeb dan al-Aqsa.

34. Hamada Khaled Mqat, 29 tahun, direktur situs berita Saja dan anggota Palestinian Youth Media Rally di utara Gaza.

35. Shadi Hamdi Ayad, 26 tahun, jurnalis lepas dan editor.

36. Muhammad Nuruddin al-Diri, 22 tahun, jurnalis foto di Palestinian Network.

38. Simone Camili, 35 tahun, jurnalis Italia dan fotografer untuk the Associated Press.

39. Abdullah Fadel Murtaja, 26 tahun, bekerja sebagai jurnalis di Al-Aqsa TV dan Shehab.

40. Ahmad Abu Hussein, 26 tahun, jurnalis foto, tewas pada 25 April 2008 dari peluru yang melukai perutnya setelah ditembak tentara Israel pada 13 April 2018 di Jalur Gaza. [pan]

Baca juga:
Shireen Abu Aqla, Gugurnya Srikandi Penyambung Suara Palestina
Wartawan Al Jazeera Tewas Ditembak Tentara Israel Saat Liputan di Tepi Barat
Tangis Wartawan Arak Jenazah Jurnalis Senior Al Jazeera yang Ditembak Pasukan Israel
Bentrokan di Komplek Masjid Al-Aqsa Kembali Pecah
Israel Tahan 600 Warga Palestina Tanpa Alasan, Hanya dengan 'Bukti Rahasia'
Tentara Israel Tewas Ditembak Kelompok Militan Palestina di Tepi Barat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini