Ciutnya Amerika di Hadapan Saudi Dalam Kasus Pembunuhan Khashoggi

Kamis, 22 November 2018 07:28 Reporter : Pandasurya Wijaya
Ciutnya Amerika di Hadapan Saudi Dalam Kasus Pembunuhan Khashoggi Putra Mahkota Arab Saudi bertemu Trump. ©2018 REUTERS/Jonathan Ernst

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin mengumumkan dia tidak akan menjatuhkan sanksi kepada Arab Saudi dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Trump sempat mengecam pembunuhan brutal terhadap kolumnis harian the Washington Post di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu itu. Namun dia menentang seruan dari banyak kalangan, termasuk Kongres dan anggota dari partainya sendiri (Republik) untuk menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Saudi. Trump juga mengabaikan laporan dari intelijen AS (CIA) yang menyimpulkan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman sebagai orang yang setidaknya terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

"Memang benar, sang putra mahkota bisa jadi mengetahui soal kejadian tragis ini. Malah mungkin dia yang melakukan atau mungkin bukan dia," kata Trump beberapa waktu lalu.

Dilansir dari laman US News, Selasa (20/11), pernyataan Trump kemarin yang menyebut AS tetap bersekutu dengan Saudi semakin mempertegas bahwa kebijakan luar negeri Trump lebih mendahulukan kepentingan ekonomi dan hubungan baik dengan Saudi ketimbang menjatuhkan sanksi.

trump memperlihatkan penjualan senjata as ke saudi di hadapan pangeran bin salman REUTERS/Jonathan Ernst

AS sebelumnya sudah menjatuhkan sanksi terhadap 17 pejabat Saudi yang diduga kuat terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Namun Kongres AS juga meminta pemerintah AS memperkuat sanksi itu, termasuk membatalkan penjualan senjata kepada Saudi.

Trump menyatakan pembatalan kontrak penjualan senjata bernilai miliaran dolar itu sama saja dengan tindakan bodoh yang bisa menguntungkan posisi Rusia dan China sebagai pemasok senjata besar di dunia. Sejumlah kalangan menyebut Trump mengabaikan isu hak asasi manusia demi alasan ekonomi.

Ketika ditanya wartawan apakah dia menganggap hak asasi terlalu mahal untuk diperjuangkan, dia menjawab, "Tidak, saya sama sekali tidak bermaksud begitu." Tapi kemudian Trump mengubah pembicaraan dengan menyebut Iran sebagai negara teroris.

"Amerika perlu keberimbangan dalam menghadapi Iran, dan Israel juga butuh bantuan," kata Trump. "Kalau kita abaikan Saudi itu akan menjadi kesalahan buruk."

Senator Republik dari Negara Bagian Kentucky, Rand Paul, menyebut pemerintahan Trump seolah menutup mata atas kejadian sebenarnya dengan membandingkan Iran dan Saudi.

"Itu tandanya lemah jika tidak tegas kepada Arab Saudi. Terkadang ketika ada dua setan, mungkin sebaiknya kita tidak mendukung keduanya," kata Paul dalam sebuah wawancara.

Senator Republik dari Negara Bagian Saouth Carolina, Lindsey Graham, juga senada dengan Paul. Dia tidak setuju dengan pernyataan Trump. Menurut dia Amerika jangan sampai kehilangan moral di panggung internasional.

"Ini bukan kepentingan keamanan nasional kita jika mengabaikan brutalnya pembunuhan Jamal Khashoggi," kata Graham.

Trump mengatakan kepada wartawan di South Lawn, harga minyak dunia akan meroket jika AS bermusuhan dengan Saudi dan dia tidak ingin menghancurkan ekonomi dunia dengan bertindak nekat terhadap Saudi. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini