CIA Ungkap Penyebab Sindrom Havana, Penyakit Aneh Diderita Diplomat AS

Jumat, 21 Januari 2022 15:29 Reporter : Pandasurya Wijaya
CIA Ungkap Penyebab Sindrom Havana, Penyakit Aneh Diderita Diplomat AS CIA AS. ©blogspot.com

Merdeka.com - Sebagian kasus yang disebut Sindrom Havana yang dialami oleh sejumlah diplomat dan intelijen Amerika Serikat bisa diakibatkan oleh faktor lingkungan, penyakit yang tidak terdiagnosa atau stres, bukan akibat serangan dari pihak asing. Demikian dilaporkan harian the New York Times kemarin, mengutip pejabat Badan Intelijen Luar Negeri AS, CIA.

Dari 1.000 kasus yang diselidiki intelijen, mayoritas bisa dijelaskan dan penyakit misterius itu kecil kemungkinannya dilakukan oleh Rusia atau kekuatan asing lain, kata CIA kepada the New York Times. Temuan ini, kata CIA, hanya untuk konsumsi internal. Demikian dilaporkan Reuters, Kamis (21/1).

Namun CIA hingga kini masih menyelidiki sekitar 24 kasus yang belum bisa dijelaskan dan mungkin bisa memberikan petunjuk apakah ada kekuatan asing di balik penyakit yang dialami para diplomat AS di luar negeri, termasuk di Wina, Paris, Jenewa, dan Havana.

Sementara itu, dari sekian kasus yang diselidiki masih ada sejumlah kasus yang tetap belum bisa dijelaskan, kata New York Times mengutip pejabat CIA.

Kasus misterius ini pertama kali menjadi sorotan pada 2016 setelah sejumlah diplomat di Kedutaan Besar AS di Havana, Kuba, mengalami sakit misterius.

Gejala yang mereka rasakan termasuk migrain, mual, hilang ingatan, pusing.

Direktur CIA William Burns dalam pernyataannya kepada New York Times mengatakan, pihaknya kini sedang menyelidiki kasus rumit dan sejumlah anggota intelijen sudah mengalami gejala yang sebenarnya.

"Meski kami sudah mencapai temuan yang berarti, kami beklum selesai," kata Burns dalam pernyataannya. "Kami akan terus menyelidiki insiden ini dan memberikan penanganan kelas dunia bagi mereka yang membutuhkan."

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam sebuah wawancara mengatakan dia tidak tahu apa itu Sindrom Havana dan siapa yang bertanggung jawab di balik kejadian itu. [pan]

Baca juga:
Babak Baru Perang Intelijen AS vs China
Laporan Intelijen AS Sebut Rusia Manfaatkan Sekutu Trump untuk Pengaruhi Pilpres 2020
Joe Biden Sebut Donald Trump Tak Perlu Lagi Diberikan Arahan Intelijen
Intelijen dan Diplomat Amerika Alami Penyakit Misterius di China, Kuba, dan Rusia
Ada Persaingan Intelijen di Balik Perlombaan Pembuatan Vaksin Covid-19 Antarnegara
Pria Singapura Mengaku Jadi Mata-Mata China di AS
Iran Eksekusi Mantan PNS Karena Jual Informasi Soal Rudal ke CIA

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini