China sebut negara Barat terlalu remehkan kekuatan Maduro

Jumat, 14 September 2018 15:12 Reporter : Farah Fuadona
China sebut negara Barat terlalu remehkan kekuatan Maduro Presiden Venezuela Nicolas Maduro. REUTERS

Merdeka.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro melakukan perjalanan ke China membahas perjanjian ekonomi. Meyakinkan pemodal utama Asia itu mencairkan pinjaman baru bagi negaranya yang sedang dilanda krisis.

"Saya akan pergi dengan harapan besar dan kita akan bertemu lagi dalam beberapa hari dengan prestasi besar," kata Maduro sebelum menaiki pesawat, dilansir dari Reuters, Jumat (14/9).

Kementerian Luar Negeri China mengatakan Maduro akan berada di Negeri Tirai Bambu dari Kamis hingga Minggu atas undangan Presiden Xi Jinping.

"Baru-baru ini, Presiden Venezuela telah secara aktif mendorong reformasi ekonomi, dan telah ada reaksi positif terhadap hal ini dari masyarakat," ujar juru bicara kementerian Geng Shuang.

"China memiliki keyakinan bahwa rakyat Venezuela dan pemerintah akan dapat menangani urusan domestiknya" kata dia.

Geng Shuang menambahkan kunjungan Presiden Maduro bermanfaat bagi kepercayaan kedua negara, mendorong kerja sama, memperluas hubungan antara kedua negara dan untuk mempromosikan pembangunan Venezuela.

Surat kabar yang dikelola pemerintah China Global Times menulis bahwa beberapa orang telah mengklaim pemerintahan Maduro akan runtuh tanpa dukungan China.

"Mereka jelas meremehkan kemampuan pemerintah Maduro. Perlu dicatat bahwa pemerintah memiliki cukup banyak pendukung dan pondasi politiknya tidak rentan seperti yang digambarkan oleh media Barat," dalam sebuah artikel yang terbit Jumat.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez telah berada di Chin asejak Rabu dan bertemu dengan Wakil Presiden Cina Wang Qishan.

Kedua negara telah lama memiliki hubungan persahabatan dan kerja sama telah "terus berkembang" di semua bidang, kementerian itu mengutip Wang yang mengatakan kepada Rodriguez. [frh]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini