China Laporkan Lonjakan Kasus Covid-19 di Daerah Perbatasan dengan Myanmar

Selasa, 20 Juli 2021 15:16 Reporter : Hari Ariyanti
China Laporkan Lonjakan Kasus Covid-19 di Daerah Perbatasan dengan Myanmar Warga China Bersantai Saat Pandemi Covid-19. ©2021 AFP/STR

Merdeka.com - Pada Selasa (20/7), China melaporkan lonjakan kasus baru Covid-19 harian tertinggi sejak Januari. Lonjakan ini disebabkan kasus Covid impor di Provinsi Yunnan, yang dipengaruhi lonjakan kasus di negara tetangga Myanmar.

China Daratan mencatat 65 kasus baru yang dikonfirmasi pada 19 Juli, dibandingkan dengan 31 hari sebelumnya. Demikian disampaikan Komisi Kesehatan Nasional dalam sebuah pernyataan. Angka ini adalah yang tertinggi sejak 30 Januari, ketika 92 kasus baru dilaporkan.

Infeksi impor menyumbang sebagian besar kasus baru yang dilaporkan pada 19 Juli, di mana Yunnan melaporkan 41 kasus baru yang berasal dari luar negeri, semuanya adalah warga negara China yang baru saja kembali dari Myanmar.

PBB mengatakan pihaknya meningkatkan upaya untuk memerangi lonjakan infeksi yang mengkhawatirkan di Myanmar. Negara yang sedang dilanda kekacauan pascakudeta itu mencatat rekor 281 kematian akibat Covid-19 pada Senin, dan 5.189 infeksi baru.

Dilansir Reuters, Selasa (20/7), lonjakan kasus di Yunnan dimulai pada 4 Juli, dan terpusat di Ruili dan Longchuan, dua kota kecil di perbatasan China dengan Myanmar.

Pada Senin, Ruili melaporkan tujuh kasus baru yang ditularkan secara lokal, sementara Longchuan melaporkan hanya satu kasus baru.

Ruili adalah titik transit darat utama untuk Yunnan, yang memiliki perbatasan 4.000 km dengan Laos, Myanmar dan Vietnam.

Wabah Yunnan menandai kelompok infeksi kedua di China yang melibatkan varian Delta yang sangat menular, setelah wabah di provinsi Guangdong selatan yang berlangsung pada Mei sampai Juni.

Baca Selanjutnya: Bangun 'benteng besi'...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini