China jadi negara Kristen terbesar sejagat 15 tahun lagi

Jumat, 25 April 2014 19:28 Reporter : Vincent Asido Panggabean
China jadi negara Kristen terbesar sejagat 15 tahun lagi Warga Kristen di China. china-mike.com

Merdeka.com - China, sebuah negara ateis, berada pada jalur cepat untuk menjadi rumah bagi jemaat Kristen terbesar di dunia, melebihi Amerika Serikat, Meksiko, dan Brasil, dengan total warga Nasrani diperkirakan akan melebihi 247 juta jiwa dalam 15 tahun mendatang.

"Dari penghitungan saya China diperkirakan bakal menjadi negara Kristen terbesar di dunia dalam waktu dekat," kata Fenggang Yang, seorang profesor sosiologi di Universitas Purdue dan penulis buku 'Agama di China: Kelangsungan Hidup dan Kebangkitan di bawah Pemerintahan Komunis', seperti dilansir surat kabar the Telegraph, Ahad (20/4).

"Ini akan terjadi kurang dari satu generasi. Tidak banyak orang siap untuk perubahan yang dramatis ini," lanjut dia. 

Menurut lembaga riset Pew, warga Kristen Protestan di China telah naik dramatis dalam bentuk angka. Pada 2010, ada lebih dari 58 juta warga Protestan di China dibandingkan dengan 40 juta warga Kristen di Brasil.

Yang mengatakan angka itu akan tumbuh sekitar 160 juta pada 2025 melebihi warga Kristen Amerika di angka 159 juta pada 2010.

"Total penduduk warga Kristen di China, termasuk Katolik, akan membengkak ke sekitar 247 juta orang para 2030," Yang meramalkan.

"Mao berpikir dia bisa menghilangkan agama. Dia pikir dia sudah mencapai ini," ujar Yang. "Ini ironis bukan. Mereka benar-benar gagal sama sekali."

Laporan lain dari Pew memperkirakan pada 2010, terdapat 23 juta anggota dari gereja terdaftar di China, yakni Tiga Gerakan Patriotik. Pemerintah China mengendalikan gereja Protestan bagi mereka yang menerima pengawasan dari Partai Komunis selama mereka dapat beribadah. 

Penelitian yang sama memperkirakan tambahan 35 juta orang Kristen di China telah berafiliasi dengan gereja-gereja tidak terdaftar pada 2010.

Gereja-gereja yang tidak terdaftar telah menyebabkan gesekan-gesekan sudah berlangsung lama antara jemaat Kristen dan pemerintah daerah. Salah satu kasus seperti itu adalah gereja Sanjiang di Kota Wenzhou, Provinsi Zheijiang, yang merupakan rumah bagi komunitas Kristen terbesar di Negeri Tirai Bambu itu.

Awal bulan ini, penduduk setempat dan para pemimpin agama berkemah di luar gereja selama beberapa hari ketika pejabat dari Partai Komunis mengancam untuk menghancurkan gereja. 

Penduduk setempat mengatakan mereka percaya pasukan keamanan Partai Komunis di provinsi mengambil isu tentang salib besar di bagian gereja yang dapat terlihat di seluruh kota. Setidaknya enam dari salib di gereja itu telah dihilangkan.

Sementara tekanan terhadap gereja juga pernah terjadi pada sebuah gereja di Kota Liushi di Provinsi Zhejiang, di mana sebuah kamera televisi menggantung di langit-langit di depan podium gereja untuk mengawasi khotbah dari pendeta.

"Mereka menginginkan agar pendeta berkhotbah dengan cara komunis. Mereka ingin melatih orang-orang untuk berlatih dengan cara Komunis," kata seorang pendeta gereja setempat.

"Mereka tidak percaya pada gereja, tetapi mereka harus bertoleransi atau menerimanya karena pertumbuhan ada," ujar pemimpin gereja. "Jumlah orang Kristen berkembang, mereka tidak bisa melawannya. Mereka tidak ingin warga Kristen dengan jumlah 70 juta orang menjadi musuh mereka." [fas]

Baca juga:
Kesan elegan mobil termahal dari dataran China!
Perusahaan Jepang bakal bikin lift super cepat sejagat
Dahsyatnya terjangan badai pasir landa China
Meski berfasilitas mewah, kota di China ini tidak berpenghuni
Ikut promosi film Spiderman, Alain Robert panjat gedung di China

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. China
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini