China Gencarkan Penggunaan Bahasa Mandarin di Sekolah-Sekolah di Xinjiang

Senin, 29 Maret 2021 09:21 Reporter : Pandasurya Wijaya
China Gencarkan Penggunaan Bahasa Mandarin di Sekolah-Sekolah di Xinjiang Kamp Muslim Uighur di Xinjiang. ©REUTERS/Ben Blanchard

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Xinjiang, China, kian gencar mengkampanyekan penggunaan bahasa Mandarin di sekolah-sekolah dan menyingkirkan Islam meski kecaman internasional terus berkumandang atas kebijakan Beijing di wilayah itu.

Sejumlah industri busana internasional mengatakan mereka akan segera menghentikan penggunaan bahan katun yang diproduksi dari Xinjiang karena prihatin dengan kabar terjadinya kerja paksa di sana. Mereka juga menyerukan boikot terhadap berbagai produk China dan selebritas asal Negeri Tirai Bambu.

Xinjiang Daily Kamis lalu melaporkan pemerintah daerah menggelar pertemuan antar pejabat daerah dengan tokoh senior pemerintah pusat.

Dalam kunjungannya, Wang Yang, anggota Komite Pengarah Politburo Partai Komunis China memerintahkan para pejabat Xinjiang "memaksimalkan" tata kelola pemerintahan untuk meraih stabilitas jangka panjang.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Minggu (28/3), Wang saat ini adalah kepala Konferensi Konsultan Politik Rakyat dan menjadi pejabat tertinggi keempat yang bertugas mengawasi kebijakan partai di Xinjiang serta kebijakan nasional untuk urusan etnis dan agama.

Wang meminta para pejabat Xinjiang untuk mengarahkan agar Islam lebih sesuai dengan nilai-nilai sosialis China.

Dalam konferensi daerah pekan ini, para kader partai diminta untuk tetap teguh menjalankan tugas meski tugas kontraterorisme sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, kata Xinjiang Daily.

Baca Selanjutnya: Laporan koran itu juga menyebut...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini