China Berlakukan UU Keamanan, Inggris Tawarkan Kewarganegaraan bagi Warga Hong Kong

Kamis, 2 Juli 2020 12:02 Reporter : Hari Ariyanti
China Berlakukan UU Keamanan, Inggris Tawarkan Kewarganegaraan bagi Warga Hong Kong PM Inggris Boris Johnson. ©Reuters

Merdeka.com - Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson menyampaikan kepada jutaan warga Hong Kong bisa memiliki paspor Inggris, pasangan mereka dan anak-anak di bawah umur mereka akan diizinkan bermukim kembali di Inggris dan diberikan jalur menuju kewarganegaraan Inggris.

Perubahan bersejarah terhadap hak-hak warga Hong Kong yang lahir selama era kolonial diumumkan beberapa jam setelah China secara resmi memberlakukan UU keamanan nasional di Hong Kong.

"Diundangkan dan diberlakukannya undang-undang keamanan nasional ini merupakan pelanggaran yang jelas dan serius dari Deklarasi Bersama Inggris-China," jelas Johnson kepada Parlemen, dikutip dari South China Morning Post, Kamis (2/7).

Deklarasi Bersama China-Inggris, yang ditandatangani pada 1984 oleh PM Margaret Thatcher dan PM Zhao Ziyang, menjabarkan ketentuan-ketentuan penyerahan setelah satu setengah abad pemerintahan kolonial Inggris.

Deklarasi juga menjamin hak dan kebebasan Hong Kong di bawah formula "satu negara, dua sistem".

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengatakan kepada Parlemen, pemegang paspor British National Overseas atau BN (O) akan memiliki hak tinggal selama lima tahun setelah itu mereka dapat mengajukan permohonan status menetap - secara efektif memberi mereka tempat tinggal permanen. Setelah 12 bulan status menetap, mereka dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan.

"Tidak akan ada jumlah kuota," imbuh Raab.

"Ini adalah rangkaian pengaturan khusus yang dirancang untuk keadaan khusus yang kita hadapi dan mengingat komitmen bersejarah kita kepada rakyat Hong Kong," jelas Raab.

Yang terpenting, keduanya tidak mengulang referensi sebelumnya untuk "periode yang dapat diperpanjang 12 bulan" selama periode lima tahun.

1 dari 1 halaman

Segera Siapkan Aturan Rinci

Apakah itu berarti pemegang BN (O) akan dibebaskan dari kebutuhan untuk pembaruan tahunan, seperti yang disarankan sebelumnya, masih harus dilihat dalam proposal terperinci yang akan diuraikan Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel.

Kantor Kementerian Luar Negeri mengatakan kebijakan baru akan diterapkan dalam beberapa bulan mendatang, dengan tanggal yang tepat dan rincian lebih lanjut akan diumumkan pada waktunya.

"Sementara itu, kami akan memastikan warga negara BN (O) yang ingin datang ke Inggris akan dapat melakukannya, tunduk pada pemeriksaan imigrasi standar."

Juga pada Rabu, duta besar China untuk Inggris dipanggil ke Kementerian Luar Negeri terkait pemberlakuan UU keamanan nasional. Liu Xiaoming bertemu Wakil Menteri Permanen, Simon McDonald.

McDonald memperjelas "kepedulian mendalam" Inggris atas undang-undang baru itu, dan menegaskan kembali UU itu melanggar Deklarasi Bersama China-Inggris yang ditandatangani pada 1984 dan memberi Hong Kong otonomi penuh selama 50 tahun setelah Inggris menyerahkan wilayah itu kembali ke China pada 1997."

Ini adalah kedua kalinya seorang duta besar China dipanggil ke Kementerian Luar Negeri terkait Hong Kong sejak 1984.

Pada Februari, ada 349.881 pemegang paspor BN (O) dan pemerintah Inggris memperkirakan sekitar 2,5 juta orang yang dulu memegang paspor tersebut memenuhi syarat untuk kembali mengajukan.

China sebelumnya mengatakan langkah Inggris untuk mengubah status BN (O) akan melanggar Deklarasi Bersama - kendati Beijing telah berulang kali menggambarkannya sebagai dokumen sejarah yang tidak lagi memiliki makna praktis. [bal]

Baca juga:
Q&A: Mengapa UU Keamanan Hong Kong Mengancam Kebebasan Demokrasi?
Aksi Polisi Hong Kong Tangkap Demonstran di Bawah UU Baru
UU Keamanan Hong Kong Berlaku, Polisi Tangkap Demonstran Serukan Kemerdekaan
China Sahkan UU Keamanan Nasional, Demonstran Hong Kong Bisa Dipenjara Seumur Hidup
Anggota Pro-Demokrasi Lempar Cairan Busuk Saat Debat UU di Parlemen Hong Kong
Picu Demo di Hong Kong Lagi, Apa Isi RUU Lagu Kebangsaan China?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini