Cerita Tentang Ratusan Ribu Warga yang Tak Pernah Mendengar Soal Pandemi Covid-19

Kamis, 25 Juni 2020 07:48 Reporter : Pandasurya Wijaya
Cerita Tentang Ratusan Ribu Warga yang Tak Pernah Mendengar Soal Pandemi Covid-19 Kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh terpapar Covid-19. ©SUZAUDDIN RUBEL/AFP

Merdeka.com - Ratusan ribu warga yang berada di pelosok barat Myanmar tempat bentrokan aparat dengan pemberontak kemungkinan tidak pernah tahu tentang pandemi Covid-19 lantaran internet di sana sudah diputus selama setahun. Demikian dikatakan kelompok pembela hak asasi Human Right Watch dan Amnesty International.

Juni tahun lalu pemerintahan Myanmar yang dipimpin Aung San Suu Kyi memutus internet di sembilan kota di kawasan itu dengan alasan informasi bisa dipakai untuk memanas-manasi ketegangan antara militer Myanmar dengan pemberontak.

Satu kota internetnya sudah kembali pulih Mei lalu tapi delapan lainnya dengan jumlah penduduk mencapai 800.000 orang masih tidak punya akses Internet.

HRW dan Amnesty mengatakan perpanjangan pemutusan jaringan internet ini membuat kehidupan warga penuh risiko, tidak hanya hal itu membuat warga tidak bisa melaporkan pelanggaran hak asasi tapi juga membuat mereka tidak mendapat informasi soal kampanye kesehatan tentang pandemi Covid-19.

"Dengan konflik antara militer Myanmar dan Pasukan Arakan di Negara Bagian Rakhine di tengah pandemi ini, warga sipil berada dalam kondisi kritis untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan agar selamat," kata Linda Lakhdir, penasihat hukum HRW Asia dalam pernyataannya, seperti dilansir laman CNN, Rabu (24/6).

Baca Selanjutnya: "Tak Seorang pun Ditinggalkan"...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini