Cerita Murid SD di Texas, "Saya Lumuri Badan dengan Darah Teman agar Tidak Ditembak"

Kamis, 9 Juni 2022 12:22 Reporter : Pandasurya Wijaya
Cerita Murid SD di Texas, "Saya Lumuri Badan dengan Darah Teman agar Tidak Ditembak" Penembakan dekat sekolah dasar di Texas. ©2022 REUTERS/Marco Bello

Merdeka.com - Seorang bocah perempuan sekolah dasar di Robb Elementary, Uvalde, Negara Bagian Texas, Amerika Serikat, menceritakan pengalamannya dalam sebuah video yang ditampilkan di hadapan Kongres AS kemarin.

Miah Cerrilo, siswa kelas empat di sekolah itu mengatakan dia melihat seorang guru perempuan ditembak kepalanya ketika ingin bersembunyi menyelamatkan diri. Dia kemudian membasahi badannya dengan darah dari temannya yang sudah mati agar tidak ditembak.

"Saya pikir dia (pelaku) akan balik lagi jadi saya lumuri badan dengan darah," kata Miah kepada anggota parlemen AS, seperti dilansir laman AP, Kamis (9/6). "Semua badan saya lumuri dan saya tutup mulut."

Miah kemudian menelepon 911 dari ponsel gurunya yang sudah mati dan meminta pertolongan.

Sembilan belas siswa dan dua guru tewas ketika Salvador Ramos, remaja 18 tahun melepaskan tembakan dengan senapan AR-15 di SD Robb Elementary pada 24 Mei lalu.

Anggota Kongres AS mendengar cerita memilukan itu di hari kedua pembahasan kekerasan senjata api. Sehari sebelumnya mereka mendengarkan kisah putra dari perempuan 86 tahun korban tewas penembakan rasial di sebuah supermarket di Buffalo, New York pada 14 Mei. Sepuluh orang tewas dalam kejadian itu.

2 dari 2 halaman

Dalam video di depan Kongres, ayah Miah, Miguel Cerillo, bertanya pada putrinya apakah dia kini merasa aman jika berada di sekolah. Miah menggeleng.

"Kenapa?" tanya ayahnya. "Aku tak ingin kejadian lagi," jawabnya.

Orang tua dari korban dan penyintas insiden penembakan meminta anggota parlemen jangan membiarkan kematian anak-anak dan mereka yang terluka menjadi sia-sia.

Ayah Miah menyerukan Kongres AS berbuat sesuatu untuk mencegah kejadian serupa terus berulang.

"Saya bisa kehilangan putri kesayangan. Sekarang dia bukan lagi bocah yang sama seperti sebelumnya. Sekolah sudah tidak aman. Sesuatu harus diubah," katanya. [pan]

Baca juga:
Guru di Texas Sebut Polisi Pengecut karena Biarkan Muridnya Tewas Ditembak Pelaku
Lebih dari 110 Orang Mati Setiap Hari, Statistik Mencengangkan Penembakan di AS
Suami Guru Korban Penembakan Texas Meninggal Dua Hari Setelah Istrinya Tewas
Kanada akan Buat Undang-Undang Melarang Kepemilikan Senjata
Donald Trump Usulkan Guru di AS Diizinkan Bawa Senjata ke Ruang Kelas
Penembakan Texas, Polisi Baru Ungkap Kronologi Mengejutkan Berbeda dari Sebelumnya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini