Cerita Menegangkan Tentara AS Berlindung di Bunker Saat Iran Luncurkan Rudal

Kamis, 9 Januari 2020 13:49 Reporter : Pandasurya Wijaya
Cerita Menegangkan Tentara AS Berlindung di Bunker Saat Iran Luncurkan Rudal trump saat akan berpidato di gedung putih. ©Doug Mills/the New York Times

Merdeka.com - Diplomat Amerika untuk Iran baru saja akan memberikan pidato pada Selasa siang ketika dia menyerahkan sebuah memo penting.

Brian Hook, perwakilan khusus AS untuk Iran sedang berada di Los Angeles untuk membahas kebijakan AS terhadap Iran. Tapi ketika dia naik podium untuk menyampaikan pidato penting, dia sudah telat lebih dari satu jam karena seharian berbicara di saluran aman telepon dengan pejabat AS di Washington, termasuk bosnya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

Dan sekarang dia harus pergi.

"Rakyat Irak dan Libanon dan Iran, mereka ingin negaranya dikembalikan. Dan mereka sudah lelah dengan Iran yang selalu campur tangan. Terima kasih," kata dia, seperti dilansir laman CNN, Kamis (9/1).

Dengan kalimat penutup itu, Hook turun dari podium. Para pejabat pertahanan AS lantas mulai beraksi.

Beberapa menit kemudian, satelit intelijen AS mendeteksi sinyal panas dari Iran, artinya negara itu baru saja melepaskan rudal balistik. AS sudah tahu serangan akan terjadi dan berkat sebuah informasi dari pemerintahan Irak yang sudah diberitahu Iran bahwa mereka akan menyerang, mereka sudah tahu pangkalan militer mana yang harus dihindari.

2 dari 5 halaman
cerita menegangkan tentara as berlindung di bunker saat iran luncurkan rudal

Dengan informasi dari satelit intelijen dan pesawat AS yang ada di kawasan dan hasil penyadapan komunikasi Iran, intelijen AS kemudian menyimpulkan dua pangkalan mereka di Irak menjadi target serangan Iran, yaitu al-Asad dan Irbil. Dalam beberapa menit, tentara AS yang ditempatkan di sana diberi peringatan. Mereka sebelumnya sudah siaga satu dan berlindung di bunker, kata seorang sumber militer.

Pasukan AS sementara itu sudah berlindung sehari sebelum Iran meluncurkan rudalnya dan kini ancaman itu jadi nyata. Mereka diberitahu rudal Iran akan menghantam.

Pukul 19.30 waktu timur Amerika pengumuman resmi disampaikan: Iran meluncurkan belasan rudal balistik terhadap militer AS dan pasukan koalisi di Irak.

Hanya lima hari setelah Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Sulaimani dibunuh dalam sebuah serangan drone di Baghdad, kini saatnya pemerintahan Trump bersiap menghadapi serangan balasan dari Iran.

3 dari 5 halaman

Kabar tentang serangan rudal Iran terjadi di tengah keruwetan para pejabat AS yang selama beberapa hari terakhir direpotkan dengan serangkaian masalah. Pertama, Trump mengancam akan menyerang situs-situs budaya Iran. Lalu ada pengumuman mengejutkan tentang penarikan mundur pasukan AS dari Irak yang menurut Pentagon adalah sebuah langkah 'salah'.

Semua pihak di dalam negeri AS kini mempertanyakan apakah pemerintahan Trump bisa menangani situasi dan apakah mereka benar-benar siap menghadapi konsekuensi akibat membunuh Sulaimani.

Selasa malam, para pejabat Trump memantau situasi yang ternyata berubah dari yang tadinya akan terjadi konflik serius menjadi peluang bagi Trump untuk menurunkan ketegangan. Berdasarkan informasi dari Iran melalui saluran pendukung, para pembantu Trump menyadari kerusakan akibat serangan rudal Iran tidak parah.

"Iran rupanya mundur, dan itu hal yang baik untuk semua pihak dan sangat baik bagi dunia," kata Trump pada Rabu pagi.

4 dari 5 halaman
cerita menegangkan tentara as berlindung di bunker saat iran luncurkan rudal

Sejak Selasa malam hingga Rabu pagi, Iran sudah menghubungi AS melalui sedikitnya tiga saluran pendukung, termasuk Swiss dan beberapa negara lain, ujar pejabat senior AS. Pesan dari Iran cukup jelas: mereka hanya merespons situasi ini dengan serangan rudal saja. Mereka kemudian memutuskan akan menunggu dan melihat reaksi Amerika.

Sebagai tanggapan, AS mendesak Iran agar mengendalikan proksi-proksi mereka di kawasan Timur Tengah, termasuk Hizbullah. Sumber militer mengatakan kepada CNN, Iran berusaha membela diri dengan mengatakan mereka tidak bertanggung jawab atas proksi-proksi itu, tapi AS menegaskan mereka tidak percaya alasan Iran itu.

Sekitar pukul 01.00, laporan hasil pendataan di lapangan masuk dan dipastikan tidak ada korban dari pihak AS. Bertugas tanpa tidur malam sama sekali di ruang keamanan Gedung Putih, tim keamanan nasional kemudian menyimpulkan respons yang akan mereka ambil, termasuk menjatuhkan sanksi kepada Iran.

5 dari 5 halaman

Pada Rabu pagi, tim bertemu lagi dengan presiden yang sudah diberitahu soal informasi terbaru hasil pendataan di lapangan. Pada saat itulah Trump membuat keputusan final dengan akan menjatuhkan sanksi kepada Iran dan itu berarti ancaman situasi yang akan semakin memanas tidak akan terjadi.

"Mereka mundur--dan kita juga mengambil langkah mundur," kata seorang pejabat AS.

Trump kemudian membuat perubahan pada draf pidatonya sendiri dan begitu juga para penasihat keamanan nasional, termasuk Menteri Pertahanan Mark Esper, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo. Seiring Gedung Putih bersiap untuk menggelar konferensi pers untuk rakyat Amerika, para penasihat keamanan masih dalam proses mengubah draft pidato Trump dan itu membuat keterlambatan hingga satu setengah jam.

Ketika para staf Gedung Putih dan para wartawan berkerumun di depan karpet merah, para pejabat tinggi keamanan yang mengenakan pakaian seragam militer juga bersiap berdiri di samping podium.

Pintu kayu di belakang mereka kemudian terbuka dan siluet bayangan Trump muncul disinari mentari pagi. [pan]

Baca juga:
Kemarin Sesumbar Militer AS Terkuat, Kini Trump Malah Takut Perang dengan Iran
Ini 'Senjata Pamungkas' Amerika Serikat Serang Iran Saat Ogah Gunakan Militer
Perang Dunia Ketiga di Ambang Mata, 3 Skenario Konflik Iran-AS yang Mungkin Terjadi
Balas Dendam Iran dan Misi Mengakhiri Keberadaan Amerika Serikat di Timur Tengah
Tangguhnya Brigade Pasukan Khusus 65, Pasukan Elite Iran Siap Lawan Amerika Serikat
Minyak Makin Mahal Akibat Konflik Iran-AS, Harga BBM dan Tarif Listrik RI Terdampak
Konflik Iran-AS Memanas, Ini 5 Fakta Hubungan Dua Negara yang Pasang-Surut Sejak Dulu
Ali Khamenei: Serangan Rudal Hanya Tamparan di Wajah AS, Balas Dendam Soal Lain Lagi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini