Buntut Pengesahan RAPBN Bermasalah, Pengunjuk Rasa Bakar Kantor Kongres Guatemala

Minggu, 22 November 2020 12:08 Reporter : Hari Ariyanti
Buntut Pengesahan RAPBN Bermasalah, Pengunjuk Rasa Bakar Kantor Kongres Guatemala Seorang pengunjuk rasa setelah membakar Gedung Kongres Guatemala.. ©Johan Ordonez/AFP

Merdeka.com - Para pengunjuk rasa membakar gedung Kongres Republik Guatemala pada Sabtu, setelah pengesahan RAPBN kontroversial yang menimbulkan serangkaian krisis panjang, memicu unjuk rasa anti pemerintah.

Ratusan ribu orang turun ke alun-alun kota di seluruh negeri dengan sejumlah tuntutan mulai dari veto RAPBN oleh presiden, penuntutan kasus korupsi sampai pengunduran diri pejabat seluruh cabang pemerintahan dan anggota majelis konsititusional atau Kongres.

"Kami lelah dengan korupsi," kata Karla Figueroa (51), seorang penerjemah kepada Aljazeera saat berunjuk rasa di plaza kota Guatemala, sembari membawa plakat yang menyerukan pengunduran diri 125 dari 160 anggota legislatif negara tersebut.

"Tak penting pemerintah yang mana, mereka semua sama saja," lanjutnya, dikutip dari Aljazeera, Minggu (22/11).

Berjarak sekitar empat blok, para mahasiswa sebuah universitas yang berjalan menuju plaza di pusat kota berhenti dan menaruh alat pemenggal kepala di luar gedung Kongres.

Beberapa polisi dengan seragam berdiri dan memantau sejumlah anak muda memanjat bangunan Kongres, menendang jendela, dan melemparkan alat pembakar.

Api dan asap melambung ke luar jendela selama beberapa menit para pengunjuk rasa merusak foto para politikus. Polisi anti huru hara tiba, menembakkan gas air mata, dan kemudian muncul pemadam kebakaran untuk memadamkan api di sebagian gedung kongres.

Baca Selanjutnya: Kenaikan Tunjangan Anggota Legislatif...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini