Buntut Demo Massal, Iran Tinjau Ulang Undang-Undang Jilbab

Minggu, 4 Desember 2022 15:31 Reporter : Hari Ariyanti
Buntut Demo Massal, Iran Tinjau Ulang Undang-Undang Jilbab Aksi Potong Rambut Wanita di Turki Protes Kematian Mahsa Amini. ©2022 REUTERS/Murad Sezer

Merdeka.com - Parlemen Iran dan pengadilan meninjau ulang undang-undang yang mewajibkan perempuan memakai jilbab dan memicu demo mematikan yang berlangsung lebih dari dua bulan. Hal ini disampaikan Jaksa Agung Iran, Mohammad Jafar Montazeri.

Demo dimulai setelah Mahsa Amini (22), meninggal saat ditangkap polisi syariah pada 16 September. Mahsa Amini ditangkap setelah dianggap memakai jilbab yang tidak patut.

Para pengunjuk rasa di berbagai kota di Iran membakar jilbab dan meneriakkan slogan anti pemerintah. Jilbab diwajibkan untuk perempuan Iran mulai April 1983, empat tahun setelah revolusi 1979 yang menggulingkan kekuasaan shah Iran yang didukung Amerika Serikat.

"Parlemen dan pengadilan sedang bekerja (menangani masalah tersebut) apakah undang-undang perlu perubahan," jelas Montazeri di kota suci Qom, dikutip dari AFP, Minggu (4/12).

Namun dalam pernyataan tersebut, Montazeri tidak menyebutkan secara spesifik apa saja yang akan ditinjau ulang dari UU tersebut.

Dia mengatakan, tim peninjau bertemu dengan komisi kebudayaan parlemen pada Rabu.

"Dan kita akan lihat hasilnya dalam satu atau dua minggu," ujarnya.

Seorang jenderal Garda Revolusi Iran mengatakan, lebih dari 300 orang tewas dalam demonstrasi yang rusuh setelah kematian Mahsa Amini. Namun Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan pada Sabtu, jumlah yang tewas selama unjuk rasa sebanyak 200 orang, termasuk pasukan keamanan, warga sipil, separatis bersenjata, dan "perusuh".

Iran Human Rights yang berbasis di Oslo, Norwegia menyampaikan pada Selasa, sedikitnya 448 orang "dibunuh pasukan keamanan dalam unjuk rasa yang berlangsung di secara nasional".

Kepala HAM PBB, Volker Turk mengatakan pekan lalu, sebanyak 14.000 orang, termasuk anak-anak, ditangkap. [pan]

Baca juga:
Pemain Iran Tolak Nyanyikan Lagu Kebangsaan di Laga Piala Dunia, Ini Sebabnya
Iran Tangkap 10 Agen Diduga Mossad Israel di Azerbaijan
Atlet Iran Muncul & Minta Maaf Setelah Diduga Hilang karena Lepas Jilbab
Misteri Hilangnya Atlet Iran Setelah Lepas Jilbab Saat Bertanding
Siswi di Iran Ramai-Ramai Lepas Jilbab sebagai Bentuk Protes ke Pemerintah
Perlawanan Kaum Hawa di Negeri Mullah, "Kita Menang karena Kita Benar"
CNN Batalkan Wawancara dengan Presiden Iran karena Syarat Harus Pakai Jilbab

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini