Buntut bendungan jebol di Laos, nasib ribuan warga kini tak jelas

Minggu, 29 Juli 2018 07:01 Reporter : Ira Astiana
Buntut bendungan jebol di Laos, nasib ribuan warga kini tak jelas Warga Laos mengungsi usai bendungan pembangkit listrik tenaga air jebol. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Insiden jebolnya bendungan meninggalkan luka mendalam bagi warga Laos. Lebih dari 1.000 orang tersapu air sebanyak lima miliar kubik yang keluar dari bendungan pembangkit listrik tenaga air. Sampai saat ini nasib mereka tidak jelas.

Tim penyelamat berjuang melawan arus air berlumpur untuk mencari korban selamat. Namun proses penyelamatan terhambat karena berbagai masalah teknis. Jumlah korban tewas dan hilang masih menjadi misteri meski insiden telah terjadi sejak lima hari lalu.

"Kami tidak bisa menemukan 1.126 yang dilaporkan hilang karena medan pencarian sangat rumit. Banyak daerah yang tidak dapat diakses dengan mobil atau perahu. Kami juga memiliki peralatan modern yang terbatas untuk dibawa ke lapangan," kata wakil sekretaris komite provinsi Attapeu, Meenaporn Chaichompoo, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (28/7).

Memang, keterpencilan zona bencana dan sedikitnya informasi yang didapat membawa kekhawatiran akan meningkatnya jumlah korban tewas. Terlebih, air banjir yang semakin meluas telah menutup sebagian besar rumah di desa-desa terkena dampak.

"Ini adalah salah satu bencana terburuk sepanjang yang pernah saya lihat. Terutama jika melihat negara kami bukan yang terkuat soal operasi penyelamatan," ujar salah satu tim penyelamat.

Di tengah makin tidak jelasnya nasib orang-orang hilang, banyak yang mempertanyakan tentang kualitas pembangunan bendungan senilai USD 1,2 miliar didapat dari perusahaan Korea Selatan, Laos, dan Thailand. Sebab, bendungan tersebut hancur usai dihantam hujan lebat dan angin monsun yang terjadi beberapa hari terakhir.

Menteri Energi dan Pertambangan Laos, Khammany Inthirath mengatakan, buruknya desain bendungan menjadi penyebab utama terjadinya musibah tersebut. Alasan tersebut justru menimbulkan kekhawatiran lain bagi warga tentang pembangunan bendungan lain di negara tersebut.

Mereka menilai bahwa pemerintah sama sekali tidak ikut andil dalam pembangunan bendungan dan hanya mempercayakan hal itu pada pihak asing. Kecelakaan itu telah memicu kekhawatiran atas keamanan bendungan lainnya di negara itu.

"Sebagian besar bendungan dibangun oleh perusahaan asing dan otoritas Laos tidak memiliki pengetahuan ataupun manajemen ahli untuk memeriksa kelemahanya. Itulah yang menjadi kekhawatiran kami," ungkap salah satu warga desa, Si Wonghajak kepada AFP.

Sebagaimana diketahui, bendungan ini dibangun oleh perusahaan Xe Pian-Xe Namnoy Power, yang juga dikenal sebagai PNPC. Bendungan ini memang telah mengundang kekhawatiran khususnya dari kelompok pengamat lingkungan hidup.

Menurut para pengamat, Sungai Mekong, flora, fauna, dan masyarakat setempat dapat terkena dampak terparah akibat pembangunan bendungan tersebut. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Laos
  2. Jakarta
  3. Bencana Alam
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini